Saham Melesat Hampir 400%, Segar Kumala (BUAH) Laporkan Dana IPO Sudah Habis

EmitenNews.com -PT Segar Kumala Indonesia Tbk (BUAH) menghabiskan dana hasil penawaran umum perdana (initial public offering/ IPO) sebesar Rp73,84 miliar.
Berdasarkan laporan perseroan, dana IPO ini dialokasikan untuk capital expenditure (capex) yaitu pembangunan cold storage sebesar Rp11,29 miliar. Kemudian pembelian kendaraan berpendingin Rp5,52 miliar dan pembelian inventaris kantor Rp1,65 miliar. Sementara untuk operasional Rp53,38 miliar.
Alokasi penggunaan dana IPO ini sesuai dengan rencana belanja yang telah ditetapkan sebelumnya. Secara ringkas realisasi untuk capex sebesar Rp18,46 miliar dan untuk operasional Rp55,38 miliar.
Adapun perolehan dana IPO sebelum dipotong biaya penawaran sebesar Rp77,60 miliar. Sementara untuk biaya pelaksanaan sebesar Rp3,75 miliar sehingga dana bersih yang diterima perseroan Rp73,84 miliar.
"Dengan ini kami menyampaikan laporan penggunaan dana dari hasil IPO PT Segar Kumala Indonesia Tbk untuk tanggal yang berakhir 31 Desember 2023," ujar Renny Lauren, Direktur Utama Perseroan dalam keterangannya, Kamis (18/1).
Sepanjang tahun 2024, saham BUAH baru naik 1,89 ersen atau 40 poin ke level 2.160 per lembar. Sedangkan dalam kurun waktu enam bulan saham BUAH sudah menguat 37,58 persen atau 590 poin dan dalam kurun satu tahun BUAH naik hingga 100,93 persen ata 1.085 poin. Saham BUAH sudah naik hampir 400 persen jika mengacu harga perdananya.
Segar Kumala Indonesia (BUAH) resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (9/8/2022). Importir serta pedagang besar buah-buahan dan sayuran dengan merek SK ini menjadi emiten ke-41 yang tercatat sepanjang tahun 2022 dan ke-807 di BEI dengan harga perdana Rp388 per saham.
Related News

Defisit Susut, Laba DGIK 2024 Melesat 92 Persen

Jera Tekor, Laba MTMH 2024 Melejit 140 Persen

Kinerja 2024 Kinclong, HUMI Tambah 10 Kapal Anyar

Rugi Bengkak, CSMI 2024 Defisit Rp67,6 MiliarĀ

Laba dan Pendapatan Meroket, Ini Detail Kinerja KIJA 2024

Laba Melambung 138 Persen, GSMF 2024 Defisit Rp972 Miliar