Saham Naik 701 Persen, MTSM Siapkan Diversifikasi dan Aksi Korporasi

Kiri-Kanan: Oskar Corporate Secretary, Rose Merry Maruli Presiden Direktur, Sukardi Direktur, Robert Maruli Presiden Komisaris dan Wilson Maruli Direktur saat paparan kinerja dan rencana ekspansi bisnis PT Metro Realty Tbk (MTSM). DOK/ISTIMEWA
EmitenNews.com -PT Metro Realty Tbk (MTSM) berencana melakukan pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan rasio 1:5 guna meningkatkan likuiditas dan kinerja saham perseroan.
Saham emiten realty ini memang sempat mencuri perhatian pelaku pasar dimana dalam waktu enam bulan sudah melonjak hingga 701,47 persen dari level 68 per lembar pada Awal Juni, hingga penutupan hari ini Jumat 6 Desember 2024 di level 545 per lembar. Bahkan level tertinggi sempat menyentuh 760 per lembar saham pada perdagangan 22 November 2024.
Lonjakan saham MTSM ini menjadi yang tertinggi dalam kurun waktu lima tahun terakhir.
"Tahun depan kami akan melakukan stock split untuk meningkatkan likuiditas dan kinerja saham, dengan rasio stock split sebesar 1:5," kata Direktur MTSM, Sukardi saat pelaksanaan Public Expose di Jakarta, Jumat (6/12).
Pada pukul 11.00 WIB perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, saham MTSM berada di level 545 atau terkoreksi 9,92 persen dibandingkan saat penutupan kemarin, dengan nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp127 miliar.
Untuk jangka panjang, Sukardi mengungkapkan, aksi korporasi yang akan dilakukan MTSM adalah melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) pada anak perusahaan. "Ke depannya, kami akan mendorong anak perusahaan untuk IPO," ucapnya.
Pada kesempatan yang sama, Presiden Direktur MTSM, Rose Merry Maruli menyebutkan bahwa pada tahun depan perseroan juga akan berkonsentrasi pada upaya diversifikasi ke bisnis kesehatan. "Saat ini gedung dan ruang yang kami miliki sudah terisi 85 persen, maka kami melihat peluang lain di luar real estate," ujar Rose Merry.
Dia menyampaikan, berdasarkan kajian awal untuk masuk ke bisnis kesehatan, MTSM akan menyiapkan dana investasi awal sekitar Rp2 miliar hingga Rp5 miliar. Pada bisnis kesehatan ini, MTSM akan menjadi holding company atas anak usaha yang baru untuk menggarap bisnis di bidang klinik kecantikan, lab klinik, alat kesehatan dan rumah sakit.
Dalam pemaparannya Sukardi menyebutkan, selama sembilan bulan pertama tahun ini MTSM membukukan pendapatan usaha sebesar Rp21,87 miliar atau mengalami kenaikan 16,4 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2023 senilai Rp18,79 miliar. Peningkatan pendapatan usaha itu dikarenakan adanya penambahan pendapatan sewa.
Pada periode Januari-September 2024, emiten properti dan real estate ini berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp1,02 miliar atau berbanding terbalik dengan periode Januari-September 2023 yang mencatatkan rugi bersih Rp4,05 miliar.
Perolehan laba bersih tersebut didorong peningkatan pendapatan sewa oleh penyewa atau tenant-tenant dan ditunjang perpaduan Metro Sport Center Badminton dan Food Centre. "Kami sudah mengoptimalkan 85-90 persen ruang gedung di masing-masing cabang," kata Sukardi.
Related News

BRI Raih 2 Penghargaan The Asset Triple A atas Konsistensi ESG

Laba Tumbuh Moderat, 2024 Pendapatan BELL Sentuh Rp585 Miliar

Pendapatan Drop, DILD 2024 Tabulasi Laba Rp174,76 MiliarĀ

Melambung 295 Persen, WIFI 2024 Gulung Laba Rp231 Miliar

Laba dan Pendapatan Tumbuh, Ini Kinerja GOLF 2024

Surplus 32,64 Persen, SSIA 2024 Raup Laba Rp234,22 Miliar