EmitenNews.com - Saham dua raksasa teknologi asal Korea Selatan, Samsung Electronics dan SK Hynix, anjlok sekitar 8 persen pada perdagangan Senin (3/8/2026). Penurunan tajam akibat aksi ambil untung investor ini menyeret Indeks Harga Saham Gabungan Korea Selatan (KOSPI) mundur ke level 6.200.

Guncangan pada bursa saham Korea Selatan ini perlu menjadi perhatian para pelaku pasar di Indonesia. Penurunan harga saham teknologi global dapat memengaruhi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta menjadi sinyal kewaspadaan bagi investor domestik yang mengoleksi saham sektor teknologi maupun reksa dana berbasis pasar modal Asia.

Laporan BigGo Finance menyoroti bahwa tekanan jual melanda dua emiten berkapitalisasi pasar terbesar di Korea Selatan tersebut setelah sempat mencatatkan rekor kenaikan tertinggi pada sesi sebelumnya.

"Mengingat KOSPI melonjak lebih dari 17% dalam satu hari — kenaikan harian terbesar yang pernah tercatat — beberapa aksi ambil untung sementara dan penjualan penyesuaian kecepatan kemungkinan akan terjadi di awal pekan ini," kata Han Ji-young, seorang analis di Kiwoom Securities, dalam laporan BigGo Finance.

Pada perdagangan Senin pagi pukul 09.30 waktu setempat, saham Samsung Electronics melemah 8,19 persen menjadi 241.000 won (sekitar USD 167,70). Sementara itu, saham SK Hynix melorot 7,92 persen ke posisi 1.582.000 won (sekitar USD 1.100,81).

Penurunan ini memicu koreksi Indeks KOSPI sebesar 321,79 poin atau 4,88 persen ke level 6.273,66. Aksi lepas saham oleh investor asing dan institusional yang mencatatkan penjualan bersih masing-masing sebesar 1,11 triliun won (sekitar USD 772,7 juta) dan 247,1 miliar won (sekitar USD 171,9 juta) menjadi pendorong utama penurunan indeks. Di sisi lain, investor ritel melakukan pembelian bersih sebesar 1,32 triliun won (sekitar USD 917,5 juta) untuk menahan kejatuhan pasar lebih lanjut.

Sejumlah pelaku industri pialang mengategorikan koreksi ini sebagai fase pendinginan jangka pendek ketimbang pembalikan arah tren. Arah pemulihan sektor semikonduktor selanjutnya kini tertuju pada rilis laporan keuangan perusahaan teknologi papan atas asal Amerika Serikat, seperti AMD dan SanDisk, yang dijadwalkan meluncur pekan ini.(*)