Sampoerna Agro (SGRO) Siapkan Dana, Lunasi Obligasi 2021

Ilustrasi PT Sampoerna Agro Tbk. (SGRO). dok. EmitenNews.
EmitenNews.com - PT Sampoerna Agro Tbk. (SGRO) menyiapkan anggaran untuk melunasi Obligasi dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Sampoerna Agro Tahap II Tahun 2021 Seri A. Keduanya jatuh tempo pada 17 Maret 2024.
Dalam keterangannya, Selasa (222/2/2024), Eris Ariaman, Corporate Secretary SGRO menuturkan bahwa SGRO telah menyiapkan dana untuk melunasi pokok Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2021 Seri A sebesar Rp127.665.000.000.
Untuk pokok Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap II 2021 Seri A sebesar Rp236.635.000.000,- yang akan jatuh tempo pada tanggal 17 Maret 2024.
Pelunasan tersebut dipastikan tidak berdampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha SGRO.
Menarik dicatat, berdiri pada tahun 1993, SGRO bergerak dalam bisnis perkebunan kelapa sawit, dengan total area perkebunan seluas 132 ribu hektar (ha) per posisi 30 September 2023 (9M2023).
Area ini terdiri atas 82 ribu ha kebun inti dan 50 ribu ha kebun plasma yang berlokasi di Sumatera dan Kalimantan. Kegiatan bisnis Perusahaan meliputi menanam dan memanen pohon kelapa sawit hingga produksi CPO dan inti sawit.
Untuk mendukung aktivitas perseroan, fasilitas produksinya terdiri atas delapan pabrik kelapa sawit dengan total kapasitas 515 ton tandan buah segar (TBS)/jam. Pemegang saham Perusahaan adalah Sampoerna Agri Resources Pte. Ltd (69,68%) dan publik (30,32%).
Sebelumnya, PEFINDO menegaskan peringkat "idA" untuk PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) dan Obligasi Berkelanjutan I. PEFINDO juga menegaskan "idA(sy)" untuk Sukuk Ijarah I yang diterbitkan Perusahaan. Prospek atas peringkat perusahaan adalah stabil. ***
Related News

Penjualan Oke, Laba ENAK 2024 Tergerus 16 Persen

Melejit 708 Persen, Pendapatan BEEF 2024 Sentuh Rp4,93 Triliun

Rugi Menipis, Emiten Sri Tahir (SRAJ) 2024 Defisit Rp542 Miliar

Kapok Tekor! Laba APEX 2024 Melejit 134 Persen

Tumbuh 16 Persen, ACES 2024 Tabulasi Laba Rp892 Miliar

Melangit 37.380 Persen, Laba LPKR 2024 Tembus Rp18,74 Triliun