EmitenNews.com - Saham PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) milik konglomerat Low Tuck Kwong ditutup di batas Auto-Rejection Atas (ARA) pada perdagangan Jumat (14/8/2026). Harga saham emiten batu bara ini naik 20 persen atau +Rp2.400 ke level Rp14.400 per saham.

Pada perdagangan tersebut, saham BYAN dibuka di level harga Rp12.000 per sahamnya. Sepanjang hari, saham bergerak di rentang Rp11.100 - Rp14.400.

Berdasarkan data RTI per penutupan perdagangan pukul 16.00 WIB Jumat (14/8) nilai transaksi BYAN mencapai Rp17,20 miliar dengan volume 1,27 juta saham dalam 984 kali transaksi.

Dengan penutupan di level Rp14.400, nilai kapitalisasi pasar (market cap) BYAN mencapai Rp480,00 triliun. Angka ini berhasil menggeser PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) milik Prajogo Pangestu.

BREN pada perdagangan Jumat ditutup melemah 2,46 persen atau -Rp90 ke Rp3.570. Dengan demikian kapitalisasi pasar BREN menjadi Rp477,62 triliun.

Dengan hasil ini, BYAN naik ke posisi 3 saham dengan kapitalisasi pasar terbesar di BEI, di bawah BBCA dan BBRI. Sementara BREN turun ke posisi 4.

Secara kinerja, saham BYAN tercatat menguat 18,76 persen dalam sepekan terakhir. Dalam sebulan naik 26,87 persen. Namun secara year-to-date masih terkoreksi 8,28 persen.

Rumor Akuisisi 62,2% Saham oleh Haji Isam

Penguatan saham BYAN terjadi di tengah beredarnya rumor akuisisi. Konglomerat Jhonlin Group, Andi Syamsuddin Arsyad, atau Haji Isam disebut-sebut tengah bersiap mengakuisisi 62,2 persen saham BYAN.

Insan pasar mengait-kaitkan pengambilalihan kendali Bayan Resources setelah dilaksanakannya peninjauan lapangan bersama tiga sosok tokoh di area operasional tambang perseroan di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, pada Sabtu (15/8/2026).