Satgas Ungkap Cakupan Vaksinasi Booster Masih Rendah, Baru 6 Provinsi di Atas 30%
Vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Kemuning, Cimanggis, Bojonggede, Bogor. dok EmitenNews Nasir.
EmitenNews.com - Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengamini vaksin booster akan jadi syarat untuk memasuki fasilitas publik. Karena itu, pejabat Kementerian Kesehatan ini mengimbau masyarakat agar segera mengikuti vaksinasi ketiga, atau penguat tersebut. Sejauh ini, baru enam provinsi yang tingkat vaksinasi booster-nya di atas 30 persen. Tertinggi Bali, sudah di atas 50 persen.
"Saat ini, kegiatan masyarakat berskala besar sudah mensyaratkan untuk wajib vaksin booster bagi peserta. Ke depan, akan menjadi persyaratan juga untuk dapat memasuki fasilitas publik. Untuk itu, mohon segera melakukan vaksin booster, dan ajak seluruh keluarga dan kerabat untuk segera melakukannya," kata Wiku Adisasmito dalam konferensi pers, Senin (4/7/2022).
Wiku Adisasmito mengatakan bahwa cakupan vaksinasi booster secara nasional masih sangat kurang. Cakupan booster pada kebanyakan daerah kurang dari 30 persen. "Cakupan vaksin booster belum signifikan. Cakupan nasional baru 24 persen. Selain itu, 28 dari 34 provinsi masih di bawah 30 persen."
Sejauh ini baru enam provinsi yang cakupan vaksinnya di atas 30 persen. Di antaranya, Bali: di atas 50 persen, atau tertinggi dibanding provinsi lainnya. DKI Jakarta saja baru di atas 40 persen, seperti Kepulauan Riau. Sementara itu, DI Yogyakarta, Jawa Barat, dan Kalimantan Timur di atas 30 persen. ***
Related News
Jelang ke AS, Prabowo Panggil Airlangga hingga Purbaya ke Hambalang
Sucor AM Salurkan 2.000 Paket Bantuan bagi Korban Bencana Sumatera
Bapanas Anggap Wajar Dinamika Harga Pangan Jelang HKBN
WFA Bagi Pekerja Swasta 16-17 dan 25-27 Maret 2026, Ini Aturannya
Utang Whoosh Ditalangi Lewat APBN, Ke Mana Danantara Ya?
KLH Temukan Gudang Pestisida Pencemar Sungai Cisadane Tanpa IPAL





