EmitenNews.com - Usai terdepak dari indeks MSCI Global, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) masih terus menyedot perhatian pasar. Sepanjang pekan ini, emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu tersebut dibayangi aksi jual jumbo yang memicu tekanan terhadap harga sahamnya.

Salah satu pemegang saham utama perseroan, SCG Chemicals, tercatat memangkas kepemilikan sahamnya secara signifikan. Alasan yang disampaikan cukup singkat: divestasi.

Jumlah saham TPIA yang dilepas SCG tidak tanggung-tanggung, total sebanyak 12,85 miliar saham. Akibatnya, dari kepemilikan awal sebanyak 30,57% pada awal Juni 2026, porsi kepemilikan perusahaan asal Thailand tersebut menyusut drastis menjadi hanya 15,71% per Jumat (5/6/2026).

Transaksi di Dua Pasar Berbeda

Berdasarkan laporan perubahan kepemilikan yang disampaikan manajemen TPIA kepada Bursa Efek Indonesia, SCG Chemicals Public Company Limited menjual sebanyak 1.027.872.700 saham TPIA hanya dalam satu hari, yakni pada 2 Juni 2026.

Transaksi jual masif pertama tersebut dilakukan melalui pasar reguler dalam 48 kali transaksi dengan rentang harga Rp1.698 hingga Rp2.070 per saham.

Volume penjualan terbesar pada hari itu mencapai 703,12 juta saham yang dilepas pada harga terendah Rp1.698 per saham.

Menariknya, pada saat aksi jual jumbo tersebut berlangsung, saham TPIA masih mampu ditutup menguat di level Rp1.900 per saham. Data Yahoo Finance menunjukkan harga saham bergerak dalam rentang Rp1.670 hingga Rp2.100 sepanjang perdagangan.

Sehari kemudian, pada 3 Juni 2026, saham TPIA ditutup turun ke level Rp1.615 per saham. Namun pada hari itu SCG Chemicals tidak tercatat melakukan transaksi.

Aksi divestasi kembali berlanjut pada 4 dan 5 Juni 2026. Dalam laporan perubahan kepemilikan berikutnya, SCG tercatat melepas saham dalam jumlah yang jauh lebih besar.