Sebut Sebagai 'Tambang' Baru, Wamenkeu Dorong Pengelolaan dan Pemanfaatan Data
EmitenNews.com - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menekankan pentingnya semua pihak bukan hanya menyimpan data, tetapi bisa mengambil manfaat dari padanya. Karena itu ia mendorong pengelolaan dan pemanfaatan data dengan baik.
“Dimanfaatkannya itu bahkan sampai dengan ke perumusan kebijakan yang selanjutnya. Budaya ini yang ingin kita kembangkan dan kita ingin dorong,” kata Wamenkeu dalam acara Leader's Talk 2022 dan Penganugerahan Data Culture Awards di Aula Kementerian Keuangan, Jakarta Selasa (1/11).
Di lingkungan pemerintahan, terutama kementerian secara keseluruhan, Wamenkeu menyadari pentingnya pengelolaan dan pemanfaatan data. Sebagai contoh, data kesehatan yang diperoleh selama 2,5 tahun mengalami pandemi yang dimanfaatkan dengan baik untuk distribusi paket obat Covid-19 secara gratis dari Kementerian Kesehatan.
“Semua terjadi secara real time dan itu hanya bisa terjadi kalau kita mengapresiasi data,” ujar Wamenkeu.
Di lingkungan Kementerian Keuangan sendiri, Wamenkeu juga mendorong para pimpinan untuk bisa berperan aktif mempromosikan pengelolaan dan pemanfaatan data. Data pajak, bea cukai, dan perbendaharaan yang dimiliki Kementerian Keuangan merupakan data yang luar biasa kaya dan detail sehingga harus dikelola dan dimanfaatkan dengan baik.
“Kalau dulu yang kaya itu adalah yang punya pertambangan minyak, yang punya pertambangan sumber daya mineral, yang punya tambang emas. Makin ke depan, yang akan menguasai dunia adalah yang memiliki data. Data is the new mines,” kata Wamenkeu.
Selain itu, untuk menuju data driven organization, Wamenkeu menilai titik utamanya terletak pada output dan outcomes dari data tersebut. Ketika menyusun rekomendasi kebijakan, seluruh jajaran Kementerian Keuangan, baik di pusat maupun di daerah, harus memikirkan data dukung yang relevan.
“Ini akan membuat kita menuju data driven organization, juga knowledge-based policy making process. Artinya kita merumuskan kebijakan bukan kita menulis kebijakan, bukan hanya pakai intuisi. Kita merumuskan kebijakan karena kita tahu perilakunya di luar itu seperti ini karena ada datanya,” ujar Wamenkeu.(fj)
Related News
Jumlah Penumpang Angkutan Umum Hingga H+5 Natal 2025 Naik 6,57 Persen
Kasus Gagal Bayar, PPATK Blokir Rekening Dana Syariah Indonesia
Jaga Kelestarian SDA, Gubernur KDM Larang Tanam Sawit di Jawa Barat
Korupsi Pengadaan PJUTS, Polri Tetapkan 2 Eks Pejabat ESDM Tersangka
Kasus Pembiayaan Fiktif LPEI Rp728M, Polri Tetapkan Enam Tersangka
Bea Cukai Bebersih, 27 Pegawai Dipecat dan 33 Lagi Menyusul





