Sedot Anggaran Rp85 Miliar, Ini Perkembangan Eksplorasi Archi Indonesia (ARCI)

EmitenNews.com - Archi Indonesia (ARCI) menyerap dana eksplorasi USD5,69 juta alias setara Rp85,9 miliar. Dana tersebut dibelanjakan untuk aktivitas eksplorasi periode Januari-September 2023. Eksplorasi melalui Meares Soputan Mining (MSM), dan Tambang Tondano Nusajaya (TTN).
Area eksplorasi yaitu Tambang Emas Toka Tindung, suatu tambang pure-play emas (pureplay gold producer) terletak kurang lebih 35 km arah timur laut dari Ibu Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut). Tambang Emas Toka Tindung terdiri dari dua Kontrak Karya (KK) jangka panjang. Meliputi wilayah seluas 39.817 hektare (ha) terbentang di Kabupaten Minahasa Utara, dan Kota Bitung, Sulawesi Utara.
Sejumlah Kontrak Karya tersebut berlaku sampai 2041 dipegang oleh MSM, dan TTN. Sesuai perubahan Undang-Undang Pertambangan, MSM dan TTN mendapat jaminan perpanjangan Kontrak Karya dua kali lagi berbentuk Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). Masing-masing perpanjangan untuk jangka waktu maksimum selama 10 tahun.
Kegiatan eksplorasi dilakukan perseroan, melalui MSM dan TTN, periode Januari-September 2023 fokus pada kegiatan pemetaan, program pengambilan contoh tanah, dan geofisika IP area Greenfield, dan pemetaan semi detail sampai detail pada area Brownfield proyek Koridor Barat. Pemetaan semi detail dan geofisika CSAMT juga dilakukan di kawasan Brownfield pada Proyek Koridor Timur.
Kegiatan pemboran eksplorasi, dan pemboran definisi sumber daya emas pada proyek Koridor Barat. Lalu, pemboran eksplorasi pada proyek Koridor Timur. Total kegiatan pengeboran periode Januari-September 2023 mencapai 157 titik bor inti dengan total kedalaman 32.212,0 meter. (*)
Related News

Pengendali IDPR Belum Berhenti Borong Saham, Ada Apa?

Emiten TP Rachmat (ASSA) Cetak Laba Melonjak di 2024

Nusa Raya Cipta (NRCA) Bukukan Pendapatan Rp3,3T Sepanjang 2024

Penjualan Oke, Laba ENAK 2024 Tergerus 16 Persen

Melejit 708 Persen, Pendapatan BEEF 2024 Sentuh Rp4,93 Triliun

Rugi Menipis, Emiten Sri Tahir (SRAJ) 2024 Defisit Rp542 Miliar