Sedot Treasury Stock, Grup Djarum Kuasai 7,63 Persen Saham SSIA
:
0
Maket pembangunan kawasan industri Subang Smartpolitan besutan perseroan. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Dwimuria Investama Andalan menyedot saham treasuri Surya Semesta (SSIA) Rp169,91 miliar. Itu dilakukan dengan menyerap 62.930.200 saham pemilik kawasan industri Karawang, dan Subang Smartpolitan, Jawa Barat tersebut. Transaksi tersebut telah dieksekusi pada 22 Juli 2025.
Transaksi pembelian dilakukan dengan harga pelaksanaan Rp2.700 per helai. Harga eksekusi tersebut lebih rendah 5,26 persen atau setara 150 poin dari penutupan perdagangan saham perseroan edisi 18 Juli 2025 di level Rp2.850.
Transaksi pembelian saham treasuri milik perseroan itu, dibantuh penuh oleh Mandiri Sekuritas. Masih pada tanggal sama, perusahaan beralamat di Jalan A. Yani No. 26, Panjunan, Kota Kudus, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah itu, menyerok 29.141.300 saham perseroan.
Kemudian, aksi berlanjut pada 23 Juli 2025, Grup Djarum tersebut kembali memborong 12.607.800 saham perseroan. Penuntasan transaksi dibantu oleh Verdhana Sekuritas Indonesia, dan BCA Sekuritas. Dengan penuntasan transaksi itu, koleksi saham Dwimuria makin gemuk.
Tepatnya, menjadi 359,05 juta eksemplar alias setara dengan porsi kepemilikan 7,63 persen. Melejit 0,89 persen dari episode sebelum transaksi dengan donasi sekitar 317,3 juta lembar. Timbunan saham sebelum transaksi itu, selevel dengan 6,74 persen.
Pada perdagangan kemarin, saham perseroan bertengger di level Rp2.600. Melejit 1.050 poin alias 67,74 persen dari periode 25 Juni 2025. Kala itu, sebelum Grup Djarum masuk, saham perseroan bergerak di kisaran Rp1.550 per eksemplar. (*)
Related News
Repower Asia (REAL) Tancap Gas di Rumah Subsidi via KSO di Bogor
30 Oktober, IMPC Distribusi Dividen Interim Rp273,43 Miliar
Kurangi Porsi, SSS Kini Kuasai 78,95 Persen Saham Victoria Care (VICI)
Penggunaan Dana IPO Harta Djaya (MEJA), Terbesar Untuk Modal Kerja
Pengendali VICI Anne Vabilia Salim Jual 402,4 Juta Saham, Raup Rp301M
Eksplorasi DEWA Tertahan Perizinan, Biaya Tembus Rp14,51M di Q3 2026





