Semester I 2026, Laba Bersih BTN Melesat 40,8 Persen
:
0
Direktur Utama Bank Tabungan Negara (Persero) Nixon LP Napitupulu (keempat kiri) didampingi Jajaran Direksi BTN Hirwandi Gafar (kedua kiri), Nofry Rony Poetra (ketiga kiri), Setiyo Wibowo (ketiga kanan), Rully Setiawan (kedua kanan), serta Jajaran SEVP BTN Thomas Wahyudi (kiri), dan Benjamin Sihombing (kanan) tersenyum sambil melihat catatan kinerja Perseroan hingga Semester I/2026 di sela Konferensi Pers di Jakarta, Kamis (16/7). FOTO - Dok BTN
EmitenNews.com - Bank Tabungan Negara (BBTN) berhasil mencatat kenaikan laba bersih dan perbaikan kualitas aset pada semester I/2026. BTN mencatat laba bersih konsolidasi Rp2,40 triliun atau tumbuh 40,8 persen secara tahunan alias year-on-year (yoy) per semester I/2026 dari periode sama tahun lalu Rp1,70 triliun. Non-performing loan (NPL) turun menjadi 2,99 persen dari episode sama tahun sebelumnya 3,3 persen.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan kinerja positif itu, menunjukkan strategi transformasi BTN selaras arah transformasi Danantara Indonesia, telah berjalan sesuai target. BTN tidak hanya terus memperkuat posisi sebagai pemimpin pembiayaan perumahan nasional, tetapi juga membangun ekosistem layanan keuangan terintegrasi guna mendukung program prioritas pemerintah, termasuk Program 3 Juta Rumah, sekaligus memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat.
“Pencapaian ini merupakan hasil dari transformasi selama satu dekade yang secara konsisten kami lakukan. Kami optimistis hingga akhir tahun nanti, kinerja BTN tetap on track melanjutkan catatan positif di paruh pertama tahun ini,” ujar Nixon dalam Konferensi Pers Paparan Kinerja per 30 Juni 2026 di Jakarta, Kamis (16/7).
Nixon menjelaskan transformasi BTN dibangun secara bertahap selama lebih dari satu dekade, telah dimulai dari penguatan posisi sebagai housing specialist, dilanjutkan dengan transformasi operasional, hingga kini memasuki fase beyond mortgage untuk membangun ekosistem layanan keuangan lebih terintegrasi bagi keluarga Indonesia.
Sejalan dengan arah tersebut, BTN juga terus memperkuat fondasi tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan melalui digitalisasi proses, optimalisasi neraca, penguatan pengendalian risiko, serta implementasi AI Governance guna memastikan pertumbuhan yang sehat, tangguh, dan berkelanjutan.
Hingga semester I/2026, BTN mencatat penyaluran kredit dan pembiayaan konsolidasi Rp418,11 triliun, meningkat 11,2 persen yoy dari posisi sama tahun lalu Rp376,11 triliun. Pertumbuhan itu ditopang kenaikan sektor kredit perumahan 4,8 persen yoy dari Rp317,77 triliun menjadi Rp332,88 triliun per Juni 2026, dan lonjakan kredit non-perumahan 46,1 persen yoy dari Rp58,34 triliun pada Juni 2025 menjadi Rp85,22 triliun di Juni 2026.
Kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi masih menjadi mesin pendorong kredit perumahan dengan kenaikan sebesar 8,1 persen yoy dari Rp182,17 triliun menjadi Rp196,96 triliun per Juni 2026. Selain itu, Kredit Program Perumahan (KPP) yang disalurkan BTN juga tercatat mencapai Rp4,1 triliun per Juni 2026, sejak dirilis pada akhir Oktober 2025.
Untuk peningkatan kredit non-perumahan, lanjut Nixon, mayoritas didukung perluasan penetrasi pada berbagai sektor seperti pendidikan, kesehatan, pemerintahan, lembaga keuangan, hingga ritel. Perseroan juga menggandeng perusahaan multifinance untuk memperluas pembiayaan kendaraan bermotor sebagai bagian dari strategi diversifikasi bisnis beyond mortgage sekaligus meningkatkan cross selling kepada nasabah eksisting.
Sejalan dengan ekspansi pembiayaan, total aset konsolidasi BTN meningkat dari Rp484,96 triliun menjadi Rp545,16 triliun per semester I/2026 atau tumbuh 12,4 persen yoy. Pertumbuhan tersebut mencerminkan semakin kuatnya kapasitas Perseroan dalam mendukung pembiayaan sektor perumahan nasional sekaligus memperluas bisnis pada ekosistem terkait.
Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun BTN juga mencapai Rp433,00 triliun per semester I/2026 atau tumbuh 6,6 persen yoy dari Rp406,38 triliun di periode sama tahun lalu. BTN juga terus memperkuat struktur dana murah sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang. BTN telah menggelar berbagai inisiatif seperti akuisisi dana ritel, peningkatan transaksi digital, penguatan payroll, hingga perluasan kerja sama dengan pemerintah daerah, dan institusi.
Related News
Bukalapak (BUKA) Sudah Gunakan Semua Dana IPO, Total Rp21,325 Triliun
Smelter di Sumbawa Beroperasi, AMNT Bidik Produksi Naik 3 Kali Lipat
Telat Keluarkan Laporan Keuangan Juni 2026, NATO Beberkan Alasannya
Saham ELPI Parkir di Zona Hijau, Masa Rights Issue juga Berakhir
Pengendali hingga Manajemen Kompak Borong Saham LFLO
Ini Alasan Win&Co (COCO) Ekspansi ke Vietnam Lewat Akuisisi Momogi





