Semester II-2022, Saraswanti Indoland (SWID) Kebut Menara Arjuna-Bima Rp181 Miliar

EmitenNews.com - PT Saraswanti Indoland Development (SWID) berencana membangun menara apartemen Arjuna dan Bima di kompleks mixed use Mataram City, Yogyakarta. Itu akan dikebut pada semester kedua 2022 dengan dana hasil initial public offering (IPO).
Pembangunan menara apartemen Arjuna, dan Bima itu, pengembangan menara keempat, dan kelima di Mataram City. ”Selain membangun apartemen, kami juga akan membangun rumah tapak (landed house) Banyu Bening di Ambarawa, Jawa Tengah,” tutur Direktur Utama Saraswanti Indoland Development Bogat Agus Riyono, Rabu (22/6).
Proyek menara Arjuna dan Bima dibangun mulai semester II-2022. Di mana, proyek menara itu berkapasitas 658 unit. Nilai proyek menara Arjuna dan Bima Rp181,5 miliar. ”Sedang nilai proyek Banyu Bening Rp23,3 miliar. Dana pengembangan diambil dari hasil IPO,” tambah Direktur Pengembangan Bisnis dan Sekretaris Perusahaan Saraswanti Indoland Development Agung Cucun Setiawan.
Saat ini, Saraswanti Indoland memiliki dan mengembangkan mixed use building Mataram City, di Kota Yogyakarta. Pada proyek itu, telah beroperasi tiga menara mencakup satu hotel berkapasitas 264 kamar, dan dua apartemen. Selain itu, tersedia sebuah Convention Center. Apartemen pada menara Arjuna tersedia tipe studio sebanyak 386 unit, dan tipe two bedroom (2BR) sebanyak 34 unit.
Lalu, tipe pada menara Bima mencakup studio sebanyak 187 unit, dan tipe 2BR sebanyak 51 unit. Target market apartemen itu, mencakup mahasiswa di Yogyakarta. Lalu, para investor melihat Yogyakarta sebagai kota menarik untuk investasi dengan tingkat penyewaan tinggi.
Selain itu, para pensiunan yang tinggal di Yogyakarta dan para keluarga muda. ”Apartemen Arjuna-Bima kami jadikan sebagai apartemen zaman metaverse sehingga juga menyasar eksekutif muda yang tinggal di tempat compact, praktis, dan fungsional seperti apartemen,” urai dia.
Saraswanti membanderol apartemen Arjuna-Bima berkisar Rp550-900 juta. Segmen pasar bidikan perseroan ekonomi menengah, dan menengah ke atas. Proyek landed house Villa Resort Banyu Bening akan terdiri atas 56 unit villa resort eksklusif dengan beberapa pilihan luasan tanah dan bangunan.
Pilihan itu, mencakup luas bangunan (LB) berkisar 52-103 meter persegi (m2), dan luas tanah (LT) berkisar 82-152 m2. ”Unit-unit tersebut akan kami jual di rentang harga Rp650 juta hingga Rp1,15 miliar,” kata Cucun.
Perseroan akan mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan skema penawaran umum perdana saham (IPO). Perseroan akan melepas 340 juta saham atau setara 6,31 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah IPO. Perseroan menawarkan harga saham di kisaran Rp180-200 per saham.
Mengutip prospektus perseroan, total dana hasil IPO akan dihimpun mencapai kisaran Rp61,2-68 miliar. Secara bersamaan perseroan juga menerbitkan maksimal 340 juta waran seri I menyertai saham baru atau setara 6,74 persen dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh. (*)
Related News

Rugi Menipis, Emiten Sri Tahir (SRAJ) 2024 Defisit Rp542 Miliar

Kapok Tekor! Laba APEX 2024 Melejit 134 Persen

Tumbuh 16 Persen, ACES 2024 Tabulasi Laba Rp892 Miliar

Melangit 37.380 Persen, Laba LPKR 2024 Tembus Rp18,74 Triliun

CMNP Mau Borong 10 Persen Saham di Pasar, Ini Alasannya

BRI Raih 2 Penghargaan The Asset Triple A atas Konsistensi ESG