EmitenNews.com - Bursa saham Amerika Serikat ditutup bervariasi pada Kamis waktu setempat karena investor menyeimbangkan data pertumbuhan ekonomi yang positif dengan aksi ambil untung pada saham teknologi berkapitalisasi besar.

Indeks S&P 500 berakhir datar, sementara Nasdaq 100 melemah 0,5 persen. Sebaliknya, indeks Dow Jones Industrial Average berhasil menguat tipis 0,1 persen. Pergerakan ini dipicu oleh langkah pasar yang menilai kembali eksposur mereka pada sektor teknologi di tengah kekhawatiran konsentrasi keuntungan yang hanya berpusat pada beberapa nama hyperscale dan perangkat lunak. Kondisi bursa New York ini turut memberikan sentimen bagi pergerakan pasar global, termasuk IHSG di Indonesia dan bursa Asia lainnya yang kerap mengekor arah volatilitas Wall Street.

Sektor semikonduktor dan kecerdasan buatan (AI) sebenarnya masih mencatatkan permintaan yang kuat. Saham Micron melonjak lebih dari 15 persen setelah melaporkan pendapatan di atas perkiraan dan proyeksi optimistis untuk kuartal Agustus. Qualcomm juga naik hampir 4 persen setelah menggandakan proyeksi pendapatan non-handset untuk tiga tahun ke depan.

Namun, penguatan tersebut tertahan oleh koreksi sejumlah raksasa teknologi. Nvidia, Oracle, Amazon, Alphabet, dan Microsoft mengalami penurunan hingga 3,7 persen. Sementara itu, saham Apple merosot 6,1 persen setelah perusahaan mengumumkan kenaikan harga produk MacBook dan iPad dengan alasan lonjakan biaya komponen, termasuk chip memori.

Dari sisi makroekonomi, data terbaru menunjukkan ekonomi AS tumbuh lebih cepat dari perkiraan sebelumnya, sementara angka inflasi meningkat sesuai ekspektasi. Perkembangan ini mendorong pelaku pasar sedikit mengurangi taruhan terkait pengetatan kebijakan moneter oleh bank sentral AS, Federal Reserve.(*)