Sempat Menguat, Ini Prediksi Nilai Tukar Rupiah Hari Ini
:
0
Ilustrasi, nilai tukar rupiah ke dolar AS.
EmitenNews.com - Nilai tukar rupiah ditutup menguat 4 poin ke level Rp17.138 pada perdagangan Kamis (16/42026). Penguatan cukup tipis itu tersebab perdagangan sebelumnya sempat melemah 2 poin ke level Rp17.143.
Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan menyoroti sejumlah perkembangan sentimen global masih dinamis. Terbaru, berdasar informasi dari Teheran, Iran dapat mempertimbangkan untuk mengizinkan kapal berlayar bebas melalui sisi Oman di Selat Hormuz.
Di samping itu, pejabat Amerika Serikat (AS) dan Iran tengah mempertimbangkan kembali ke Pakistan untuk pembicaraan lebih lanjut setelah negosiasi pada hari Minggu lalu tanpa ada keputusan.
Sementara sentimen domestik, Ibrahim mengamati posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia tercatat meningkat pada Februari 2026. Bank Indonesia melaporkan, ULN Indonesia mencapai USD437,9 miliar, naik dibanding posisi Januari 2026 sebesar USD434,9 miliar.
Secara tahunan, ULN Indonesia tumbuh 2,5 persen yoy, lebih tinggi dibanding pertumbuhan bulan sebelumnya 1,7 persen yoy. "Perkembangan ULN pemerintah dipengaruhi penurunan posisi surat utang, meski secara keseluruhan masih menunjukkan tren pertumbuhan," kata Ibrahim.
Kondisi itu, diperparah asumsi harga minyak global di kisaran USD100 per barel, jauh di atas asumsi dalam APBN USD70 per barel. "Pemerintah diperkirakan merevisi APBN Agustus mendatang. Salah satu risiko potensi kenaikan harga BBM bersubsidi guna menahan laju defisit agar menembus batas 3 persen PDB," ujar Ibrahim.
Adapun pada perdagangan hari ini (17/4/2026) mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp17.130- Rp17.170. (*)
Related News
Kinerja Industri Pengolahan Kinclong, Intip Saham Sektor Berikut
Musim Panen, Kegiatan Usaha Pertanian Prospektif di Triwulan II
Agar Industri Petrokimia Makin Menarik, Investor Minta Ini
Harga Emas Antam Turun Rp20.000 ke Level Rp2.868.000 Per Gram
Bank Dunia, IMF, S&P Puji Kemampuan Indonesia Jaga Pertumbuhan
Fiskal Aman Meski Harga BBM Subsidi Tak Naik Sampai Akhir Tahun





