Sempat Tertunda, Emiten Tol Salim Grup (META) Gelar Tender Offer Besok

Kantor Pusat Meta Infrastruktur (META)
EmitenNews.com - Emiten tol milik Grup Salim, PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) menyampaikan bahwa pada tanggal 15 Maret 2024, telah memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan tender offer wajib dalam rangka go private atau delisting.
Dahlia Evawani Corporate Secretary META dalam keterangan resmi, Senin (18/3/2024), menyampaikan bahwa periode Penawaran Tender Sukarela akan dimulai pada 19 Maret-17 April 2024, dan menerima pembayaran dari PT Metro Pacific Tollways Indonesia Services (MPTIS) pada tanggal 24 April 2024.
Dahlia mennambahkan, Para pemagang saham dapat mengikuti Penawaran Tender Sukarela mulai pukul 08.30-16.00 WIB setiap harinya selama periode penawaran berlangsung. Adapun harga Penawaran Tender Sukarela yang telah mendapatkan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 19 Desember 2023 adalah sebesar Rp250 yang bersifat final dan tidak dapat diubah.
“Kami menghimbau kepada para pemegang saham agar segera mempersiapkan seluruh dokumen yang diperlukan. Detail tata cara mengenai Penawaran Tender Sukarela dapat dilihat pada Perubahan dan/atau Tambahan atas Keterbukaan Informasi, yang telah diumumkan melalui website Perusahaan, website PT Bursa Efek Indonesia dan website PT Kustodian Sentral Efek Indonesia”, jelas Dahlia.
META sebelumnya sempat beberapa kali mengganti jadwal tender offer. Ini karena perusahaan tak kunjung mendapat pernyataan efektif dari OJK.
Sehingga telah terjadi perubahan jadwal dari perkiraan waktu yang telah ditentukan sebelumnya karena tahapan VTO ini membutuhkan koordinasi dari berbagai pihak dan seluruh tahapan yang perlu dipenuhi sesuai regulasi, termasuk harus diperolehnya pernyataan efektif dari OJK.
Saham META yang dilakukan tender offer adalah sebanyak 4,49 miliar saham yang mewakili 25,35% dari jumlah seluruh saham.
Tender offer tersebut merupakan kewajiban MPTIS selaku pengendali untuk membawa META menjadi perusahaan tertutup. Langkah itu juga bagian dari strategi efisiensi dan perampingan PT Nusantara Infrastructure Tbk sehingga memiliki fleksibilitas dalam perencanaan pertumbuhan ke depannya.
Related News

Rugi Menipis, Emiten Sri Tahir (SRAJ) 2024 Defisit Rp542 Miliar

Kapok Tekor! Laba APEX 2024 Melejit 134 Persen

Tumbuh 16 Persen, ACES 2024 Tabulasi Laba Rp892 Miliar

Melangit 37.380 Persen, Laba LPKR 2024 Tembus Rp18,74 Triliun

CMNP Mau Borong 10 Persen Saham di Pasar, Ini Alasannya

BRI Raih 2 Penghargaan The Asset Triple A atas Konsistensi ESG