Sempat Tertunda, Sejumlah Petinggi Garuda Serok 24,24 Juta Saham GIAA
PARKIR - Armada Garuda Indonesia tengah parkir sebelum mengangkut penumpang. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Sejumlah pentolan Garuda Indonesia (GIAA) mendapat limpahan 24.244.300 lembar saham alias 24,24 juta eksemplar. Perolehan saham dari program tantiem tersebut bernilai Rp1,7 miliar. Itu dengan harga pelaksanaan Rp70,47 per lembar.
Transaksi telah dituntaskan pada Rabu, 3 April 2024. Pengurus inti perseroan mendapat saham itu, terdiri dari enam perseroan. Yaitu, satu komisaris, dan lima direktur. Chairal Tanjung sebagai komisaris mengemas 2,04 juta helai, dan kini mengempit saham Garuda 4,05 juta lembar alias 0,004 persen.
Berikutnya, Irfan Setiaputra mendapat jatah 5,04 juta lembar. Dengan tambahan itu, sebagai CEO, kini Irfan menguasai 9,51 juta helai setara 0,01 persen. Selanjutnya, Prasetio, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko memperoleh 4,24 juta lembar. Kini, Prasetio mengempit saham Garuda 8,13 juta helai atau 0,009 persen.
Lalu, Ade R. Susardi mengemas 4,28 juta eksemplar. Dengan tambahan itu, sebagai direktur layanan dan niaga, Ade kini menggenggam 8,13 juta lembar setara 0,009 persen. Kemudian, Tumpal Manumpak Hutapea mengoleksi 4,28 juta lembar. Sebagai direktur operasi, Tumpal kini memegang 8,13 juta lembar alias 0,009 persen.
Dan, terakhir Rahmat Hanafi juga memperoleh 4,28 juta lembar. Dengan tambahan tersebut, sebagai direktur teknik, Hanafi mengemas 8,13 juta lembar selevel dengan 0,009 persen. ”Transaksi berupa perolehan saham dari program tantiem yang ditangguhkan periode tahun buku 2022,” tegas Mitra Piranti, Vice President Corporate Secretary Group Head Garuda Indonesia. (*)
Related News
Kendilo Gelontorkan Rp23,11 Miliar Tambah Saham IMC Pelita (PSSI)
Tembak Harga Bawah, Samuel Sekuritas Beli Saham BKSL Rp68,07M via Repo
KB Bank Dukung Surge Akselerasi Proyek Internet Rakyat 5G FWA
Cabut Gugatan, WIKA Urung Terjerat PKPU
Kurangi Muatan, Wilton Holding Lego 200 Juta Saham SQMI
Lebih Dini, Grup Bakrie (DEWA) Tuntaskan Buyback Rp950 Miliar





