Senasib, Laba MLBI dan DLTA Kompak Tergerus
:
0
Sejumlah pengunjung tampak melintasi koridor bursa efek indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Performa emiten minuman beralkohol sepanjang kuartal III 2025 kurang memuaskan. Multi Bintang (MLBI), dan Delta Djakarta (DLTA) menampilkan kinerja nyaris serupa. Keduanya, mengemas laba bersih merosot dengan pendapatan tumbuh minimalis.
Multi Bintang misalnya, per 30 September 2025 mengemas laba bersih Rp724,19 miliar. Melorot 5 persen dari episode sama tahun lalu Rp762,56 miliar. Penjualan bersih Rp2,36 triliun, naik tipis 1,72 persen dari posisi sama tahun lalu Rp2,32 triliun.
Beban pokok penjualan Rp908,86 miliar, bengkak dari Rp900,24 miliar. Laba kotor Rp1,45 triliun, naik tipis dari Rp1,42 triliun. Beban penjualan Rp278,86 miliar, turun dari Rp260,22 miliar. Beban umum dan administrasi Rp245,32 miliar, bengkak dari Rp172,79 miliar.
Total ekuitas Rp1,29 triliun, turun dari akhir tahun sebelumnya Rp1,31 triliun. Jumlah liabilitas Rp2 triliun, menciut dari akhir 2024 sebesar Rp2,12 triliun. Total aset Rp3,3 triliun, mengalami perosotan dari akhir tahun lalu Rp3,44 triliun.
Selanjutnya, Delta Djakarta periode sembilan bulan pertama 2025 itu, mencatat laba bersih Rp101,23 miliar. Susut 0,52 persen dari posisi sama tahun lalu Rp101,76 miliar. Penjualan Rp484,19 miliar, naik tipis 0,3 persen dari episode sama tahun sebelumnya Rp4482,7 miliar.
Beban pokok penjualan Rp148,54 miliar, susut dari Rp152,28 miliar. Laba kotor Rp335,64 miliar, naik tipis dari Rp330,41 miliar. Beban penjualan Rp163,64 miliar, bengkak dari Rp150,24 miliar. Beban umum dan administrasi Rp58,29 miliar, menciut dari Rp71,42 miliar.
Total ekuitas Rp778,8 miliar, mengalami penciutan dari akhir tahun sebelumnya Rp818,23 miliar. Jumlah liabilitas Rp285,35 miliar, bengkak dari akhir 2024 senilai Rp268,27 miliar. Total aset Rp1,06 triliun, mengalami penyusutan dari akhir tahun lalu Rp1,08 triliun. (*)
Related News
Deretan Top Gainers di Tengah IHSG yang Merah, Apa Saja?
Komisaris Multitrend Indo (BABY) Borong 2,17 Juta Saham, Ini Sosoknya
Kinerja Memburuk, Tiga Pentolan Ini Lepas Jutaan Saham BYAN
Ironi Anggota Lawas MSCI, EXCL Berbalik Rugi 286 Persen Kuartal I 2026
Bali United Ternyata Ada Sahamnya, Kodenya BOLA
Pantau Saham dengan Dividend Yield Jumbo Mei 2026, Nyampe 20 Persen





