Sentimen Bunga Global Bawa Rupiah Melemah di Awal Pekan
:
0
Uang rupiah dan dolar AS. (Foto: Dok)
EmitenNews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpantau melemah pada perdagangan awal pekan, Senin (26/10/2026). Berdasarkan data konversi real-time Google pada pukul 10:00 WIB, rupiah berada di posisi USD18.109 per dolar AS, melorot dari penutupan perdagangan sebelumnya di level USD18.074 per dolar AS atau terdepresiasi sebesar 35 poin (0,19 persen).
Sementara itu, mengutip data Bloomberg pada awal perdagangan Senin pagi, mata uang Garuda dibuka melemah ke level USD18.090 per dolar AS dari posisi Jumat pekan lalu. Dari otoritas moneter, Bank Indonesia (BI) mencatat Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) berada di level USD18.069 per dolar AS pada acuan transaksi terbaru.
Pelemahan rupiah ini berjalan seiring dengan pergerakan mata uang kawasan negara tetangga di Asia. Ringgit Malaysia dan Baht Thailand turut tercatat melemah terhadap dolar AS, dipicu oleh menguatnya indeks dolar AS di pasar global karena pelaku pasar memilih mengamankan aset cadangan safe haven.
Faktor utama yang memengaruhi pergerakan nilai tukar hari ini datang dari eksternal dan internal. Pelaku pasar cenderung mengambil sikap hati-hati (wait and see) menjelang pengumuman keputusan suku bunga dari lima bank sentral utama dunia pekan ini, termasuk Federal Reserve AS.
Selain itu, lonjakan volatilitas harga minyak mentah akibat eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah memicu kekhawatiran inflasi global. Kondisi ini memperkuat spekulasi bahwa tingkat suku bunga acuan global akan bertahan di level tinggi lebih lama, yang pada akhirnya memicu aksi jual asing dan menekan nilai tukar pasar keuangan berkembang seperti Indonesia.(*)
Related News
Singapura Luncurkan Program Energi Lima Tahun, Singgung Gas Indonesia
Beban AI dan Tarif Tekan Pabrikan Otomotif Global di Kuartal III
Bunga Global Bayangi Emas, Harga Antam Tak Bergerak
Nikkei dan KOSPI Tertekan Isu AI Jelang Rilis Kinerja
Gejolak Timur Tengah Kerek Inflasi, Emas Masih Tertekan
Pengurangan Pasokan Gas RI Berimbas ke Tarif Listrik Singapura





