EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi bergerak melemah. Itu terjadi di tengah pasar menanti rilis consumer confident Indonesia hari ini. Dan, belum ada sentimen positif untuk mendorong Indeks.
”Kami perkirakan IHSG bergerak pada rentang support 6.720, dan resisten 6.795,” tutur Lukman Hakim, Research Analyst Reliance Sekuritas Indonesia, Selasa, 11 April 2023.
Secara teknikal, Indeks belum berhasil breakout resistance, dan berbalik arah diikuti indicator stochastic death cross. Namun, beberapa saham memiliki potensi naik untuk perdagangan hari ini yaitu ASSA, CPIN, AMAR, MNCN, BFIN, dan TLKM.
Indeks menyudahi perdagangan minus 0,32 persen menjadi 6.771. Beberapa sektor mengalami koreksi di antaranya teknologi 3,14 persen, sektor energi 1,32 persen, dan sektor material dasar 1,15 persen. Investor asing membukukan net sell Rp255 miliar. Saham paling banyak dijual investor asing antara lain ASII, GOTO, dan BMRI.
Sementara itu, ketiga indeks utama bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup cenderung flat. Para pelaku pasar menunggu rilis data inflasi AS dengan perkiraan di atas 5 persen. Itu dapat menjadi pertimbangan The Fed menentukan arah kebijakan suku bunga. Selain itu, para pelaku pasar juga akan menanti rilis PPI.
Pagi ini, bursa Asia sudah dibuka dengan ceria. Indeks Nikkei 225 menguat 0,88 persen, dan Kospi melonjak 0,12 persen. Pagi ini, bank sentral Korea Selatan memutuskan untuk tidak menaikkan suku bunga atau tetap di kisaran 3,5 persen. Selain itu, pasar masih menanti data inflasi China pagi ini. (*)
Related News
Ungguli Bursa Malaysia, IHSG Terbaik Ketiga ASEANĀ
POPSI Khawatir Kenaikan Pungutan Ekspor Lemahkan Daya Saing Sawit RI
TKDN Industri Hulu Migas Hingga 2025 Setara Rp388 Triliun
Hasil Tajak di Sumur Pengembangan ABB-143 Hasilkan 3.672 BOPD Minyak
IHSG Bertabur ATH, Investor Tunggu Prabowo Buka Perdagangan 2026
Perkembangan Terbaru si Saham Rp1





