Serius Tekan Biaya, Bank Mantap Fokus Perbesar Dana Murah
:
0
Ilustrasi pelayanan Bank Mandiri Taspen. Dok. Mandiri Taspen.
EmitenNews.com - Tekan biaya dana, PT Bank Mandiri Taspen mengupayakan sejumlah kiat. Di antaranya, Bank Mantap berfokus pada memperbesar dana murah atau current account saving account (CASA) hingga ke kisaran 30 persen. Juga mengurangi ketergantungan pada deposito.
"Kalau kita membesarkan tabungan dan giro dengan bunga lebih sedikit saja lebih mahal dibandingkan dengan di pasar, tapi lebih murah dari kami punya deposito, saya yakin cost of fund-nya akan turun," kata Direktur Utama Bank Mandiri Taspen Panji Irawan di Ubud, Bali, Sabtu (4/7/2026).
Selama hampir 11 tahun, Bank Mantap lebih mengandalkan deposito sebagai sumber pendanaan. Kiat itu dinilai cukup untuk mendukung pertumbuhan kredit pensiunan dan menghasilkan margin yang memadai.
Kondisi tersebut membuat penghimpunan giro dan tabungan belum menjadi fokus utama perseroan. Namun, sejak sekitar tujuh bulan terakhir, perseroan mulai memperkuat penghimpunan giro dan tabungan.
Upaya tersebut didukung optimalisasi layanan digital seperti aplikasi Movin, transaksi QRIS, dan layanan Mantap Cash Management (MCM) untuk menarik lebih banyak dana murah.
Strategi tersebut sempat mendorong penurunan biaya dana hingga 4,02 persen, mendekati level di bawah 4 persen, rekor terendah dalam sejarah Bank Mantap.
Namun, kenaikan suku bunga pasar sejak Juni 2026 membuat biaya dana kembali meningkat.
"Cost of fund turun nyaris ke 4,02 persen. Tetapi begitu Juni, naik lagi suku bunga di pasar, tidak bisa kami di bawah 4 persen. Sebetulnya kalau kemarin tidak ada likuiditas ketat di market, kami optimistis sekali," kata Panji Irawan.
Laporan keuangan Bank Mantap hingga akhir Mei 2026, menyebutkan dana murah yang terdiri atas giro dan tabungan tumbuh 52,97 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp15,67 triliun. Dengan capaian tersebut, rasio CASA sekitar 26,32 persen.
Dalam periode yang sama, deposito tumbuh 6,38 persen (yoy) menjadi Rp43,87 triliun. Lalu, total dana pihak ketiga (DPK) meningkat 15,65 persen (yoy) menjadi Rp59,53 triliun.
Related News
Minyak Melonjak, Fed Hawkish, Emas Antam Ikut Terkoreksi
Dolar Menguat 4 Hari Jelang Rapat Fed, Rupiah Siap Siaga
Investor Asing Obral Saham Chip, Indeks KOSPI Anjlok 3,14%
Inflasi Energi Melonjak, Harga Emas Tertahan 3 Pekan
1.822 Investor Cairkan Lebih Awal SBR014T2 Senilai Rp362,7 Miliar
Isu Keamanan AI dan Bunga Fed Pukul Bursa Saham AS





