Setelah Jakarta, Kini MAP Boga Adiperkasa (MAPB) Buka Gerai Subway di Surabaya
EmitenNews.com - PT Sari Sandwich Indonesia, anak usaha PT MAP Boga Adiperkasa Tbk (MAPB), akan membuka gerai restoran Subway pertama di Surabaya, yaitu di Pakuwon Mall. Surabaya adalah kota kedua setelah ekspansi di Jakarta. Subway merupakan restoran terbesar di dunia, yang berada di lebih dari 44.000 lokasi di sejumlah negara.
Direktur Utama MAP Boga Adiperkasa Anthony Cottan mengatakan, dengan membuka restoran Subway, diharapkan para pelanggan akan menemukan restoran fresh forward yang mutakhir dan modern, serta pengalaman pemesanan yang lebih baik dan konsisten, baik secara langsung melalui aplikasi ataupun melalui layanan pengiriman pihak ketiga (pasca-pembukaan).
Anthony menambahkan, Subway di Pakuwon Mall diharapkan dapat menjadi tempat yang akan memenuhi keinginan masyarakat Surabaya akan pengalaman menikmati sandwich terbaik. Pada 19 Maret 2022, dimulai pada pukul 10 pagi, restoran ini akan dibuka untuk umum dan siap melayani pelanggan di Surabaya.
"Surabaya menjadi pencapaian penting dalam perjalanan ekspansi Subway Indonesia. Kota ini merupakan salah satu pusat bisnis paling signifikan di negara ini, dengan lebih dari 3 juta penduduk, kami akan secara strategis memperluas kehadiran kami di Surabaya dan kota-kota lain di Indonesia," ungkap Anthony dalam keterangan tertulis.
Setelah membuka gerai di Pakuwon Mall, selanjutnya akan dibuka restoran Subway di Gubeng dan MERR pada bulan ini. "Seiring dengan pertumbuhan, kami terinspirasi dari semangat Sandwich Artist (sebutan untuk karyawan) untuk memuaskan pelanggan dengan menyajikan sandwich yang lezat dan dibuat sesuai pesanan," tutupnya.
Related News
Kendilo Gelontorkan Rp23,11 Miliar Tambah Saham IMC Pelita (PSSI)
Tembak Harga Bawah, Samuel Sekuritas Beli Saham BKSL Rp68,07M via Repo
KB Bank Dukung Surge Akselerasi Proyek Internet Rakyat 5G FWA
Cabut Gugatan, WIKA Urung Terjerat PKPU
Kurangi Muatan, Wilton Holding Lego 200 Juta Saham SQMI
Lebih Dini, Grup Bakrie (DEWA) Tuntaskan Buyback Rp950 Miliar





