Siagakan Dana Rp2 Triliun, OKI Pulp & Paper Mills Bakal Lunasi Obligasi dan Sukuk

EmitenNews.com—PT. OKI Pulp & Paper Mills telah melakukan pelunasan pokok Obligasi I Tahun 2021 Seri A dan sukuk mudharabah pada tanggal 18 Juli 2022.
Dalam keterangan tertulisnya Arman Dwiartono Direktur PT. OKI Pulp & Paper Mills Selasa (19/7) menyampaikan bahwa telah melakukan pelunasan pokok atas Obligasi sebesar Rp1,31 triliun dan Sukuk Mudharabah sebesar Rp700,03 miliar.
Arman menambahkan pelunasan tersebut dilakukan melalui PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) kepada pemegang Obligasi dan Sukuk dan tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha PT. OKI Pulp & Paper Mills.
Sebelumnya, perseroan juga baru saja menerbitkan obligasi Rp3,5 triliun untuk pelunasan utang dan modal kerja perseroan. Obligasi Oki Pulp & Paper Mills II tahun 2022 ditawarkan dalam 3 seri, yakni seri A sebanyak Rp1,31 triliun dengan tingkat bunga 5,75 persen per tahun dan berjangka waktu 370 hari.
Kemudian, seri B obligasi ditawarkan sebanyak Rp1,80 triliun dengan tingkat bunga 9 persen per tahun dan bertenor 3 tahun. Selanjutnya, seri C diterbitkan hingga Rp380,82 miliar dengan tingkat bunga 9,75 persen per tahun dan bertenor 5 tahun.
Sebanyak 7 penjamin emisi ditunjuk untuk membantu proses penerbitan obligasi Oki Pulp & Paper, antara PT Aldiracita Sekuritas Indonesia, PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, PT Sucor Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk.
“Sekitar 60 persen hasil penerbitan obligasi akan digunakan untuk pembayaran angsuran utang perseroan, dan sisa 40 persen digunakan untuk modal kerja,” tulis manajemen dalam prospektus remi, Jumat (25/3/2022).
PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan peringkat A+ untuk penerbitan obligasi Oki Pulp & Paper. Perseroan telah meraih tanggal efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk penerbitan surat utang ini pada 24 Maret 2022.
Perseroan menggelar masa penawaran umum pada 25 Maret 2022, dan periode distribusi secara elektronik akan dilakukan pada 30 Maret 2022. Perseroan pun menargetkan untuk mencatatkan obligasi di Bursa Efek Indonesia pada 31 Maret 2022.
Related News

Rugi Menipis, Emiten Sri Tahir (SRAJ) 2024 Defisit Rp542 Miliar

Kapok Tekor! Laba APEX 2024 Melejit 134 Persen

Tumbuh 16 Persen, ACES 2024 Tabulasi Laba Rp892 Miliar

Melangit 37.380 Persen, Laba LPKR 2024 Tembus Rp18,74 Triliun

CMNP Mau Borong 10 Persen Saham di Pasar, Ini Alasannya

BRI Raih 2 Penghargaan The Asset Triple A atas Konsistensi ESG