EmitenNews.com - Memasuki pekan ketiga bulan Juni, IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan akan menghadapi kembali review dari penyedia indeks global, yaitu MSCI dan FTSE Russell.

Agenda krusial tersebut dimulai dari MSCI Market Accessibility Review pada 18 Juni, FTSE Rebalancing pada 19 Juni, dan MSCI Market Classification Review pada 23 Juni 2026 yang akan menentukan apakah Indonesia masih berstatus emerging market atau berisiko downgrade menjadi frontier market.

Sejumlah analis menilai, pengumuman yang akan dirilis penyedia indeks global tersebut diperkirakan menjadi kompas berikutnya untuk pasar modal Indonesia ke depan. Sebab, hingga saat ini investor masih mengambil sikap wait and see sebelum hasil akhir pengumuman dirilis.

“Terkait MSCI Annual Market Classification Review, ini benar-benar akan menentukan kompas pasar modal kita ke depan. Kalau investor asing, memang lebih cenderung bersikap wait and see mengantisipasi putusan MSCI tersebut karena merupakan benchmark utama bagi fund manager global,” kata Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M Nafan Aji Gusta kepada emitennews, Sabtu (13/6/2026).

Nafan melanjutkan, jika klasifikasi pasar Indonesia dinilai positif atau bertahan di emerging market, maka hal itu diperkirakan dapat memicu rebalancing portofolio luar negeri dan membalikkan kembali arus modal asing yang selama ini keluar.

Namun sebaliknya, jika ada catatan kritis dari MSCI, maka diperkirakan tekanan jual akan kembali berlanjut. 

“Karena itu, pergerakan indeks (IHSG) hingga tanggal 23 Juni diproyeksikan ke cenderung konservatif,” tutur Nafan.

Senada, Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana juga menilai jika Indonesia mampu bertahan di klasifikasi emerging market dalam agenda review MSCI serta mampu berbenah dari sisi pasar modal dan kebijakan fiskal, maka inflow diperkirakan akan terjadi ke pasar modal Indonesia.

“Namun sebaliknya, bila Indonesia masuk ke frontier market, maka akan terjadi outflow yang relatif besar,” ujar Herditya, Jumat (12/6).

Ia juga memproyeksikan terdapat peluang IHSG menguat terbatas dengan support area di kisaran 5.825 dan berada di resistance area kisaran 6.112.