EmitenNews.com - Untuk memenuhi kebutuhan Ramadan dan Idulfitri 2026, Bank Indonesia menyediakan Rp8,6 triliun untuk layanan penukaran uang dengan nominal sebesar Rp5,3 juta per paket. Pemesanan penukaran melalui aplikasi PINTAR milik BI, yang tersedia di 2.883 titik dengan total 8.755 layanan oleh BI dan perbankan seluruh Indonesia.

Dalam keterangannya yang dikutip Selasa (17/2/2026), Deputi Gubernur BI, Ricky P. Gozali mengungkapkan layanan penukaran dapat diakses melalui berbagai kanal. Di antaranya, kas keliling, kantor bank umum, serta layanan penukaran terpadu di lokasi strategis seperti rumah ibadah dan pusat aktivitas masyarakat.

"Khusus wilayah DKI Jakarta, layanan penukaran terpadu akan dilaksanakan pada 12-15 Maret 2026 di GBK Basketball Hall, Senayan. Melalui aplikasi PINTAR, masyarakat dapat memilih jadwal dan lokasi penukaran sesuai kebutuhan," kata Ricky P. Gozali.

Penting diketahui, pembukaan kuota penukaran akan dilakukan dalam 2 tahap. Pemesanan penukaran tahap pertama pada 13 Februari 2026 pukul 14.00 WIB untuk wilayah Pulau Jawa. Untuk wilayah luar Pulau Jawa dapat dilakukan mulai 14 Februari 2026 pukul 8.00 WIB. 

Tahap kedua pemesanan penukaran dilakukan mulai 26 Februari 2026 pukul 8.00 WIB untuk wilayah Pulau Jawa dan mulai 27 Februari 2026 pukul 8.00 WIB untuk wilayah luar Pulau Jawa.

BI menyelenggarakan Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026 yang dibuka oleh Deputi Gubernur BI, Ricky P. Gozali, bersama para pimpinan perbankan dan Asosiasi Perusahaan Jasa Pengolahan Uang Tunai Indonesia (APJATIN) di Bank Indonesia, Jakarta, pada Jumat (13/2).

Dalam rangkaian SERAMBI 2026 yang berlangsung hingga 15 Maret 2026, BI telah menyiapkan uang tunai dengan kondisi layak edar sebesar Rp185,6 triliun. 

Dari jumlah tersebut, sebesar Rp 177 triliun dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan perbankan, termasuk penarikan tunai melalui ATM dan kantor cabang perbankan.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, sejalan dengan aktivitas ekonomi, mobilitas masyarakat dan konsumsi rumah tangga yang menguat. Serta, kebutuhan sistem pembayaran baik tunai maupun non tunai yang diprakirakan meningkat.

Untuk penentuan awal puasa tahun 2026, Kementerian Agama akan melaksanakan sidang Isbat, Selasa ini. Kemungkinan besar, pemerintah akan mengumumkan jadwal puasa Ramadan 2026 dimulai pada Kamis (19/2/2026).

Meski begitu, pihak Muhammadiyah jauh-jauh hari sudah menentukan awal puasa Ramadan 1447 Hijriah dimulai pada Rabu (18/2/2026). 

Baik pemerintah, maupun Muhammadiyah melaksanakan ibadah puasa dalam waktu sebulan penuh, atau selama 30 hari. ***