EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi 0,32 persen menjadi 7.106 setelah sempat mengalami rebound dari tekanan jual pada akhir pekan lalu. Secara teknikal, MACD IHSG sudah membentuk death cross, dan Stochastic RSI berada di area pivot menuju arah oversold. 

So, IHSG akan bergerak sideways pada kisaran 7.000-7.250. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya mengatakan akan memberikan insentif terhadap pasar modal Indonesia, jika program-program dilakukan otoritas bursa berjalan dengan baik. Ia akan mempertimbangkan apakah insentif tersebut mungkin akan berupa pengurangan pajak.

Sementara itu, data investasi asing langsung (FDI) ke Indonesia, di luar sektor keuangan dan migas, tumbuh 8,5 persen YoY menjadi Rp250 triliun pada kuartal pertama 2026. Kenaikan itu, menandai pertumbuhan dua kuartal berturut-turut, setelah meningkat 4,3 persen YoY pada kuartal IV 2025. Arus masuk investasi terbesar terutama dari sektor industri logam dasar USD3,7 miliar.

Pemerintah akan melakukan lelang Surat Utang Negara (SUN) dalam mata uang Rupiah untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan APBN 2026. Ada sembilan seri SUN akan dilelang, yaitu seri SPN01260530, SPN12260730, SPN12270429, FR0109, FR0108, FR0106, FR0107, FR0102 dan seri FR0105. 

Nah, dari lelang tersebut, Pemerintah menetapkan target indikatif Rp36 triliun, dan target maksimal 150 persen dari target indikatif. Hasil dari lelang tersebut diperkirakan akan berpengaruh terhadap yield SUN di pasar sekunder.

Berdasar data tersebut, Phintraco Sekuritas menyarankan para pelaku pasar untuk mengoleksi sejumlah andalan tersebut. Yaitu, Amman Minerals (AMMN), Adaro Andalan Indonesia (AADI), Medco Energi (MEDC), Archi Indonesia (ARCI), dan Gudang Garam (GGRM). (*)