EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kompak ditutup melemah. Itu dipicu laporan Wall Street Journal soal OpenAI, dan lanjutan kenaikan harga minyak mentah dikhawatirkan mendorong lonjakan Inflasi. Wall Street Journal menyebut pendapatan, dan pertumbuhan pengguna baru OpenAI berada di bawah target perseroan. 

CFO Open AI Sarah Friar menyatakan kepada para petinggi OpenAI khawatir perseroan mungkin tidak akan mampu membayar kontrak komputasi di masa mendatang jika tidak melakukan ekspansi secara cepat. Setelah laporan tersebut tersebut, saham emiten produsen Chip  mengalami koreksi cukup dalam.

Antara lain Broadcom anjlok 4,39 persen, Advance Micro Device susut 3,41 persen, Oracle menukik 4,05 persen, dan Nvidia minus 1,59 persen. Kreksi indeks bursa Wall Street, dan aksi jual masif investor asing diprediksi menjadi sentimen negatif pasar. Sementara itu, lonjakan beberapa komoditas berpeluang menjadi katalis positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG).

So, IHSG diprediksi bergerak bervariasi cenderung melemah. Sepanjang perdagangan hari ini, Rabu, 29 April 2026, IHSG akan menyusuri kisaran support 7.010-6.950, dan resistance 7.135-7.195. Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menyarankan investor menjalan saham MBMA, PGAS, ELSA, SCMA, BSDE, dan HMSP. (*)