IDXINDUST

 0.00%

IDXINFRA

 0.00%

IDXCYCLIC

 0.00%

MNC36

 0.00%

IDXSMC-LIQ

 0.00%

IDXHEALTH

 0.00%

IDXTRANS

 0.00%

IDXENERGY

 0.00%

IDXMESBUMN

 0.00%

IDXQ30

 0.00%

IDXFINANCE

 0.00%

I-GRADE

 0.00%

INFOBANK15

 0.00%

COMPOSITE

 0.00%

IDXTECHNO

 0.00%

IDXV30

 0.00%

ESGQKEHATI

 0.00%

IDXNONCYC

 0.00%

Investor33

 0.00%

IDXSMC-COM

 0.00%

IDXBASIC

 0.00%

IDXESGL

 0.00%

DBX

 0.00%

IDX30

 0.00%

IDXG30

 0.00%

ESGSKEHATI

 0.00%

KOMPAS100

 0.00%

PEFINDO25

 0.00%

BISNIS-27

 0.00%

ISSI

 0.00%

MBX

 0.00%

IDXPROPERT

 0.00%

LQ45

 0.00%

IDXBUMN20

 0.00%

IDXHIDIV20

 0.00%

JII

 0.00%

IDX80

 0.00%

JII70

 0.00%

SRI-KEHATI

 0.00%

SMinfra18

 0.00%

mark dynamics indonesia
victoria sekuritas

Silmy Karim: Laba KRAS Hingga April 2022 Melonjak 271 Persen Jadi Rp508 Miliar

14/05/2022, 13:11 WIB

Silmy Karim: Laba KRAS Hingga April 2022 Melonjak 271 Persen Jadi Rp508 Miliar

EmitenNews.com — Hingga April 2022, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) tercatat meraih laba bersih sebesar Rp508,74 miliar. Capaian ini naik 271,69 persen jika dibandingkan laba bersih perseroan pada periode yang sama di tahun lalu yang sebesar Rp137,22 miliar.


"Ini adalah sinyal positif untuk kinerja Krakatau Steel ke depannya," jelas Direktur Utama KRAS, Silmy Karim dalam keterangannya, Jumat (13/5).


Dari sisi pendapatan, hingga periode itu KRAS juga mencatatkan peningkatan pendapatan menjadi sebesar Rp13,44 triliun. Ini meningkat 39,24 persen dari pendapatan Krakatau Steel hingga April 2021 yang sebesar Rp9,65 triliun.


Lebih lanjut, Silmy menyatakan bahwa ada beberapa aksi korporasi Krakatau Steel di tahun 2022 ini. Salah satunya adalah penambahan penyertaan modal Krakatau Steel pada PT Krakatau Posco. Dengan adanya penambahan penyertaan modal tersebut, saham Krakatau Steel di PT Krakatau Posco menjadi sebesar 50 persen dari semula hanya 30 persen.


Aksi korporasi ini merupakan bagian dari strategi Krakatau Steel dalam meningkatkan kemampuan agar dapat menghasilkan baja berkualitas premium untuk pasar ekspor. Sedangkan untuk pasar domestik, Krakatau Steel Group akan meningkatkan volume pasok Hot Rolled Coil (HRC) sampai dengan 6,4 juta ton dan Cold Rolled Coil (CRC) menjadi 2,8 juta ton.


"Selain aksi korporasi tersebut, Krakatau Steel di tahun 2022 juga berencana melakukan pengurangan jumlah utang hingga 50 persen dari total utang pada MRA (Master Restructuring Agreement) di tahun 2020," ujar Silmy.


Adapun dana untuk membayar utang di 2022 ini rencananya diperoleh dari beberapa sumber seperti cash flow perusahaan, divestasi aset, right issue dan masuknya strategic investor.


"Dengan tren kinerja yang terus meningkat sejak awal 2022, diproyeksikan pendapatan Krakatau Steel di 2022 yang sebesar Rp37,74 triliun dapat tercapai sehingga kinerja Krakatau Steel di tahun 2022 menjadi lebih baik lagi dibandingkan dengan tahun 2021," tutup Silmy.


Author: Rizki