TPIA Jelaskan Penurunan Laba, H1-2025 Didorong Keuntungan Sekali Saja
:
0
PT Chandra Asri Pacific Tbk (Foto: TPIA)
EmitenNews.com - PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menegaskan perbandingan laba bersih semester I-2026 (H1-2026) dengan periode yang sama tahun lalu perlu dilihat secara proporsional. Pasalnya, laba semester I-2025 (H1-2025) mendapat tambahan keuntungan akuntansi yang bersifat satu kali (non-recurring) dari akuisisi Aster Chemicals and Energy.
Head of Corporate Communications TPIA, Chrysanthi Tarigan, menjelaskan laba semester I-2025 mencakup bargain purchase gain atau negative goodwill yang muncul setelah penyelesaian akuisisi Aster Chemicals and Energy.
Menurutnya, keuntungan tersebut merupakan pencatatan akuntansi yang tidak berasal dari aktivitas operasional berulang sehingga menciptakan high base effect terhadap perbandingan kinerja tahun berikutnya.
"Perbandingan laba bersih pada semester I-2026 terhadap periode yang sama tahun sebelumnya perlu dipahami dalam konteks tersebut agar dapat memberikan gambaran lebih utuh mengenai kinerja Perseroan," ujarnya, dalam keterangannya, Jumat (31/7/2016).
Di luar dampak keuntungan non-recurring tersebut, Chandra Asri Group menyebut fundamental operasional tetap terjaga. Perseroan membukukan EBITDA sebesar US$802,6 juta dan laba bersih sebesar US$371,2 juta pada semester I-2026, didukung kontribusi berkelanjutan dari bisnis energi, kimia, dan infrastruktur yang terintegrasi.
Perseroan juga menyebut perbaikan kondisi margin di tengah volatilitas pasar akibat perkembangan geopolitik di Timur Tengah turut menopang kinerja operasional sepanjang enam bulan pertama tahun ini.
Karena itu, TPIA menilai indikator seperti underlying earnings, EBITDA, dan kinerja operasional lebih mencerminkan kondisi fundamental perusahaan dibandingkan sekadar membandingkan laba bersih secara nominal.
Perseroan berharap penjelasan tersebut dapat memberikan konteks yang lebih utuh sehingga investor dan masyarakat dapat menilai kondisi maupun prospek bisnis Chandra Asri Group secara lebih komprehensif.
Related News
Pendapatan Naik, PYFA Pangkas Rugi Hingga 99,4 Persen Per Juni 2026
Sales Rp65T, Core Profit INDF Naik meski Laba Bersih Tertekan Kurs
Naik 6,8 Persen, Bank Neo (BBYB) Cetak Laba Bersih Rp294,85 Miliar
Terus Ciptakan Nilai Tambah, SBMA Perkuat Transformasi Keberlanjutan
Akselerasi Transformasi TLKM 30, Raih Pendapatan Konsolidasi Rp75,9T
Kantongi Laba Bersih di Q2, Analis Ini Nilai GOTO Lampaui Ekspektasi





