Simak Rekomendasi Saham Untuk Trading Pekan Ini
:
0
Ilustrasi pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI)
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau pada perdagangan Senin (4/3). Pada Jumat (3/1) pekan lalu, IHSG ditutup melemah 4,20 poin atau 0,06% ke 7.311,90.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Dimas Krisna Ramadhani mengatakan, terdapat tiga sentimen yang mempengaruhi pergerakan IHSG pada pekan lalu yaitu Core PCE Price Index AS, inflasi inti tahunan Indonesia dan rencana pemangkasan supply oil oleh OPEC.
"Sementara pada minggu ini, IHSG akan dipengaruhi oleh sentimen RUPS big banks, pandangan Jerome Powell dalam penentuan tingkat suku bunga dan non-farm payroll AS bulan Februari," kata Dimas dalam risetnya, Senin (4/3).
Terkait sentimen RUPS big banks, pada minggu ini emiten big banks IHSG (BBCA, BMRI, BBNI) akan melakukan RUPS yang salah satu agendanya akan membahas mengenai rencana pembagian dividen untuk tahun buku 2023.
Pada Jumat lalu BBRI sudah melakukan RUPS dan sepakat untuk membagikan dividen untuk tahun buku 2023 sebesar Rp 235 per saham setara 3,8% dividend yield atau 80% payout ratio.
"Hal ini menjadi katalis positif bagi indeks dan juga yang ditunggu oleh pelaku pasar mengenai pembagian dividend big banks. Pasalnya kenaikan yang terjadi pada IHSG dalam 2 bulan pertama di 2024, ditopang oleh sektor keuangan dan hal ini diprediksi menjadi sentimen positif untuk kembali membuat IHSG naik dan mencetak ATH baru," tuturnya.
Sentimen selanjutnya terkait pandangan Jerome Powell dalam penentuan tingkat suku bunga, yakni pada Rabu dan Kamis mendatang Gubernur The Fed (Jerome Powell) akan menyampaikan pandangannya terkait kondisi ekonomi termasuk inflasi yang terjadi di AS selama sebulan terakhir.
Pandangan ini dinilai sangat berpengaruh terhadap indeks dan menjadi arah kebijakan sebelum pertemuan FOMC berikutnya yang dilakukan The Fed pada 21 Maret mendatang.
"Pelaku pasar berharap bahwa tingkat inflasi dapat segera terkendali dengan semakin mendekati target yakni 2%, sehingga suku bunga acuan dapat segera turun dan berimbas positif bagi indeks saham," lanjut Dimas.
Sementara itu terkait sentimen non-farm payroll (NFP) AS Bulan Februari, pada Jumat akhir pekan ini akan rilis data ketenagakerjaan yang menggambarkan kondisi ekonomi di AS dan tingkat inflasi di sana.
Related News
Paradise Indonesia JWC 2026 Berakhir, Ini Deretan Pemenangnya
IHSG Anjlok Nyaris 2 Persen, Emiten Prajogo Dominasi Top Losers
IHSG Siang (13/5) Menjunam 1,81 Persen, Saham Eks MSCI Jadi Beban
Tampung Aspirasi Pelaku Usaha, Penyesuaian Tarif PNBP Mineral Ditunda
Koreksi Rupiah Sudutkan IHSG
Analisis Dampak MSCI, IHSG Berpotensi Rebound Usai Sentuh Level Ini





