EmitenNews.com - PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) menyampaikan bahwa Perseroan telah menuntaskan pelaksanaan pembelian kembali saham (buyback) untuk periode 30 Oktober 2025 hingga 29 Januari 2026, sebagaimana telah diumumkan dalam Keterbukaan Informasi tertanggal 23 Oktober 2025.

Manajemen menjelaskan bahwa hingga berakhirnya periode tersebut, masih terdapat sisa dana pembelian kembali saham sebesar Rp280,99 miliar di kas internal Perseroan. Dana tersebut belum melampaui batas maksimum buyback sebagaimana diatur dalam rencana sebelumnya, sehingga Perseroan memutuskan untuk melanjutkan program buyback saham.

“Jumlah nilai keseluruhan Pembelian Kembali Saham diperkirakan sebesar-besarnya Rp280.993.812.026 yang merupakan sisa dari dana yang dialokasikan untuk pembelian kembali saham sebelumnya,” ungkap manajemen dalam keterbukaan informasi, Jumat (6/2/2026).

Buyback lanjutan ini akan dilaksanakan melalui Bursa Efek maupun di luar Bursa Efek, baik secara bertahap maupun sekaligus. Perseroan menargetkan pelaksanaan buyback diselesaikan paling lambat dalam jangka waktu tiga bulan, terhitung sejak 9 Februari 2026 hingga 8 Mei 2026.

Manajemen BUKA menegaskan bahwa rencana lanjutan buyback tersebut dapat dilakukan tanpa memperoleh persetujuan terlebih dahulu dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Lebih lanjut, Perseroan menilai pelaksanaan buyback saham ini mencerminkan kondisi likuiditas yang kuat. Manajemen menyampaikan bahwa Perseroan memiliki kecukupan dana untuk melakukan pembelian kembali saham tanpa mengganggu kondisi keuangan, operasional, maupun rencana investasi lainnya, sehingga mencerminkan posisi keuangan Perseroan yang tetap sehat.

Sepanjang tahun ini, harga saham BUKA tercatat merosot tajam sebesar 12,66 persen. Dilihat dalam periode lima hari terakhir, penurunan harga sudah membaik yaitu hanya sebesar 4,83 persen. Hingga pukul 11:29 WIB Jumat ini, harga saham BUKA berada di level 138 per saham, atau turun 2,13 persen.