EmitenNews.com - Pabrikan mobil Jepang berbondong-bondong menghentikan program pengembangan kendaraan listrik (EV). Setelah Honda memutuskan untuk menghentikan program EV yang agresif, kini giliran Toyota yang melakukannya.

Kyodo.com, Jumat (29/5/2026) melaporkan produsen otomotif terbesar di dunia, Toyota Motor Corp. telah memutuskan untuk menghentikan pengembangan model kendaraan listrik generasi berikutnya di bawah merek mewah Lexus.

Keputusan ini diyakini mencerminkan perlambatan di pasar kendaraan listrik global, meskipun produsen mobil tersebut masih berencana untuk terus mengembangkan teknologi canggih terkait untuk produk masa depan.

Model yang dibatalkan adalah produksi massal Lexus LF-ZC EV, yang dijadwalkan mulai diproduksi pada tahun 2027. Kendaraan ini, yang menawarkan kemampuan pengisian daya cepat dan jangkauan berkendara yang lebih luas, diperkenalkan di Japan Mobility Show pada Oktober 2023.

Menurut data, penjualan EV global Toyota pada tahun 2025 meningkat 42,4 persen dari tahun sebelumnya menjadi lebih dari 190.000 kendaraan, dengan produsen mobil tersebut mencatatkan penjualan yang kuat untuk model-model seperti Toyota bZ4X. Namun, pasar EV menghadapi tantangan, termasuk penghapusan insentif pajak untuk pembelian EV oleh pemerintah AS.

Produsen mobil Jepang lainnya juga telah merombak strategi EV mereka, dengan Honda Motor Co. meninggalkan targetnya untuk beralih sepenuhnya ke EV atau kendaraan sel bahan bakar pada tahun 2040.

Toyota berencana untuk terus mengembangkan teknologi mutakhir seperti baterai solid-state, yang diharapkan dapat memperpanjang jangkauan berkendara EV, dan gigacasting, sebuah proses manufaktur yang menggunakan mesin pengecoran aluminium untuk menghasilkan komponen satu bagian.

"Kami akan merespons dengan cepat perubahan zaman dan kebutuhan pelanggan sambil berupaya membangun mobil yang melampaui harapan pelanggan," kata Toyota dalam sebuah pernyataan.