EmitenNews.com - PT United Tractors Tbk. (UNTR) menyebut pemulihan kinerja perseroan di semester II-2026 akan sangat bergantung pada operasional tambang emas Martabe. Tambang tersebut baru kembali beroperasi sejak akhir Mei 2026 setelah sempat terhenti akibat kisruh kebencanaan di Sumatra Utara setahun silam.

Presiden Direktur United Tractors, Iwan Hadiantoro dalam konferensi pers, Senin (7/9/2026) mengatakan, saat ini Martabe masih dalam tahap pemulihan dan belum kembali 100% seperti tahun lalu. 

"Memang Martabe itu seperti kita ketahui sudah mulai beroperasi lagi sejak pertengahan atau akhir bulan Mei yang lalu. Saat ini masih dalam proses recovery, belum 100% kembali normal seperti tahun lalu karena kita harus mempersiapkan tentunya dua hal utama yaitu infrastruktur dan ketersediaan manpower yang harus kita lakukan secara bertahap," beber Iwan.

Meski begitu, Iwan optimistis kinerja UNTR akan berangsur membaik di semester II-2026. Tekanan di semester I akibat faktor operasional dan pencatatan impairment diharapkan mereda.

"Kita melihat bahwa untuk outlook United Tractors hingga akhir tahun 2026 ini masih mengalami kondisi yang cukup menantang. Namun, kita bisa lihat bahwa tahun 2026 ini di second half dimulai bulan Juli ke depan ini kita harapkan kondisinya berangsur-angsur membaik. Kalau tadi di semester 1 2026 ini kondisi kita cukup tertekan baik secara operasional maupun kita lakukan impairment," kata Iwan.

Perbaikan itu, lanjut Iwan, ditopang oleh revisi RKAB untuk tambang batu bara, serta adanya perbaikan pada penjualan alat berat, bisnis mining contracting, dan tambang emas.

"Nah, 2026 second half ini kondisi membaik terutama dipicu oleh adanya improvement dalam hal tambang batu bara kita, ada revisi RKAB dan kita harapkan juga adanya perbaikan-perbaikan dalam hal penjualan alat berat kita maupun bisnis mining contracting serta tambang emas kita," ujarnya.

Selain Martabe, UNTR juga menyoroti strategi investasi ke depan. Perseroan akan fokus pada mineral mining seperti emas, nikel, dan tembaga, serta metallurgical coal. Namun, untuk saat ini belum ada proyek tembaga yang masuk pipeline akuisisi.

Terkait ekspansi tambang di luar negeri, Iwan menyebut Australia masih menjadi fokus utama UNTR setelah Indonesia. Hal ini didorong besarnya ketersediaan sumber daya tambang di sana.

"Untuk saat ini mungkin fokus United Tractors masih ada di Indonesia dan Australia. Kenapa Australia kita jadikan fokus setelah Indonesia? Karena pertama dari sisi ketersediaan tambang, resources di sana itu sangat besar, baik dalam hal jumlah maupun skalanya. Jadi kita masih memfokuskan usaha M&A (Merger & Acquisition) kita untuk Australia dan belum ada rencana untuk pengembangan di negara Asia lainnya," kata Iwan.