SOFA Banting Setir Usaha Waste-to-Energy, Bentuk PT Ananta Energi Asia
:
0
Ilustrasi usaha waste-to-energy. Sumber foto: Freepik
EmitenNews.com - PT Solusi Environtment Asia Tbk. (SOFA) emiten Boston Furniture seusai pergantian kendali oleh Pengendali baru PT Asia Investment Capital (AIC), resmi mendirikan entitas usaha baru di sektor Energi.
Denny Rizal, Direktur Utama SOFA dalam keterangan tertulisnya, Jumat (7/2/2026), disebutkan bahwa anak usaha tersebut bernama PT Ananta Energi Asia (AEA) yang didirikan pada tanggal 5 Februari 2026 dan berkedudukan di Jakarta Selatan.
Denny menjelaskan, AEA akan menjalankan kegiatan usaha di bidang energi, yang sejalan dengan rencana pengembangan dan diversifikasi bisnis Perseroan ke depan.
Adapun, struktur kepemilikan saham AEA terdiri dari PT Solusi Environtment Asia Tbk. sebesar 99% dan PT Asia Investment Capital sebesar 1%.
Sebagai informasi, SOFA yang sebelumnya bernama PT Boston Furniture Asia Tbk. berganti nama menjadi PT Solusi Environment Asia Tbk. seiring transformasi bisnis dari mebel ke energi baru dan terbarukan (EBT).
Langkah awal Perseroan dilakukan dengan mengikuti tender proyek Waste-to-Energy yang digelar PT Danantara Investment Management (DAM) melalui anak usaha PT Parivarta Energi Nusantara, yang tergabung dalam konsorsium bersama Hunan Construction Engineering Group Co dan Kintan Usahasama Sdn Bhd, dan saat ini masih menunggu hasil tender.
Pendirian entitas baru tersebut dituangkan dalam Akta Pendirian Nomor 24 tanggal 5 Februari 2026 yang dibuat di hadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, dan saat ini masih dalam proses memperoleh pengesahan dari Kementerian Hukum Republik Indonesia.
Related News
Laba Allo Bank Indonesia (BBHI) Dekati Rp300 Miliar, Turun 4 Persen
RUPST Indosat (ISAT) Ubah Jajaran Komisaris, Dirut Tetap Vikram Sinha
TLKM Ubah Pengurus, Dian Siswarini Diganti Nanang Hendarno
Perkuat Investasi, Direktur Ini Akumulasi Saham Paragon Karya (PKPK)
Untuk Modal Kerja, PTBA Tambah Utang Jumbo Rp6T dari BRI dan BMRI
Pemegang Saham Terbesar PEGE Kurangi Kepemilikan, Raup Rp29,64 Miliar





