EmitenNews.com - PT Solusi Environment Asia Tbk (SOFA) menyiapkan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) untuk mendukung kebutuhan pendanaan dua proyek nasional pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) atau waste to energy (WTE) milik BPI Danantara di Denpasar Raya dan Bogor Raya.

Dana hasil aksi korporasi nantinya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan penyertaan modal SOFA melalui anak usahanya, PT Ananta Energi Asia (AEA), pada dua perusahaan konsorsium proyek WTE, yakni PT Weiming Nusantara Alpha (WNA) dan PT Weiming Nusantara Gamma (WNG).

Direktur Utama SOFA Denny Rizal mengatakan, estimasi total kebutuhan pendanaan kedua proyek selama periode konstruksi hingga kuartal II 2028 mencapai sekitar Rp131 miliar.

“Perseroan sedang mempersiapkan dokumen dan tahapan yang diperlukan untuk pelaksanaan PMHMETD,” ujar Denny dalam keterbukaan informasi, dikutip Minggu (20/9/2026).

SOFA menargetkan penyampaian Pernyataan Pendaftaran PMHMETD kepada OJK pada awal kuartal IV 2026. Rencana rights issue tersebut sebelumnya telah memperoleh persetujuan RUPS Tahunan pada 21 Mei 2026.

AEA saat ini memiliki 10% saham pada masing-masing konsorsium tersebut. Hingga kini, penyertaan modal AEA pada WNA dan WNG mencapai USD200.000 atau sekitar Rp3,36 miliar.

WNA dan WNG selanjutnya akan melakukan peningkatan modal secara bertahap sesuai kebutuhan pendanaan proyek. Dengan demikian, AEA akan menerima capital call dari masing-masing konsorsium dan memenuhi penyertaan modal sesuai porsi kepemilikannya.

Selain dari rights issue, SOFA membuka opsi menggunakan pinjaman bank maupun kombinasi keduanya untuk memenuhi kebutuhan modal tersebut.

Kedua proyek PSEL itu merupakan bagian dari tahap pertama proyek nasional yang ditetapkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). AEA menjadi mitra lokal dalam konsorsium bersama Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd., yang ditetapkan sebagai mitra kerja sama untuk proyek PSEL Denpasar Raya dan Bogor Raya.

SOFA juga akan menggelar RUPS Luar Biasa pada 30 September 2026 untuk meminta persetujuan atas penambahan kegiatan usaha Perseroan.