Songsong Era Pajak Karbon, Satyamitra (SMKL) Instalasi Pabrik dengan Panel Surya
:
0
EmitenNews.com - PT Satyamitra Kemas Lestari (SMKL) akan memasang solar panel untuk mendukung program nol emisi karbon (zero emission). Pemasangan solar panel itu, diharap menghemat biaya listrik 5-8 persen.
Langkah strategis Satyamitra Kemas itu, untuk mengurangi emisi karbon sekaligus mendukung program pemerintah. ”Kami tengah bersiap menyongsong era pajak karbon pada April 2022,” tutur Direktur Marketing Satyamitra Kemas Lestari Herryanto Setiono Hidayat, Jumat (11/2).
Satyamitra Kemas menyebut solar panel merupakan sumber energi bersih dan ramah lingkungan dengan memanfaatkan energi matahari. Selain mengurangi emisi karbon, solar panel juga menghemat biaya listrik. Solar panel itu, akan dipasang pada sejumlah pabrik perseroan di Balaraja. ”Kami juga akan mengganti mesin boiler menggunakan batu bara dengan gas,” imbuhnya.
Selain menyambut era pajak karbon, Satyamitra Kemas juga selaras perjanjian Paris untuk program ketahanan iklim, dan pembangunan rendah emisi. Perseroan juga berusaha mengelola limbah kertas dengan baik. ”Kami mengumpulkan waste paper untuk dikirimkan kembali ke pabrik kertas untuk daur ulang,” tukasnya.
Satyamitra Kemas mengantongi sertifikasi keberlanjutan Forest Stewardship Council (FSC). Itu karena produk-produk perseroan memenuhi standar, yaitu menggunakan bahan baku dari hutan melalui pengelolaan dengan baik. Strategi bisnis keberlanjutan untuk memenuhi standar sebagai perusahaan kemasan global. Perseroan terus mendapat pertumbuhan kinerja baik dengan mendapat kepercayaan para pelanggan.
Satyamitra Kemas akan terus memperkuat bisnis untuk mendukung nol emisi karbon, dan meningkatkan kinerja. Pada 2022 ini, diharapkan dapat mencapai target pertumbuhan kinerja 15 persen. ”Usaha kami mencapai target itu, dengan menyediakan total integrated packaging solutions with logistics. Kami juga terus kembangkan bisnis secara berkelanjutan, baik logistik, dan warehouse,” harapnya. (*)
Related News
SCPI Go Private, Pengendali Tawar Saham Publik Rp100 Ribu per Lembar
Deretan Top Gainers di Tengah IHSG yang Merah, Apa Saja?
Komisaris Multitrend Indo (BABY) Borong 2,17 Juta Saham, Ini Sosoknya
Kinerja Memburuk, Tiga Pentolan Ini Lepas Jutaan Saham BYAN
Ironi Anggota Lawas MSCI, EXCL Berbalik Rugi 286 Persen Kuartal I 2026
Bali United Ternyata Ada Sahamnya, Kodenya BOLA





