SOSS Ungkap Merger dengan Alsok Bass
:
0
Manajemen SOSS ketika mencatatkan sahamnya di BEI.
EmitenNews.com – PT Shield On Service Tbk (SOSS) bersiap melaksanakan rencana penggabungan usaha (merger) dengan PT Alsok Bass Indonesia Security Services (AB), di mana SOSS akan menjadi perusahaan penerima penggabungan, sedangkan AB akan mengakhiri status hukumnya.
Yoshinobu Nagao Direktur Utama SOSS dalam keterangannya, Senin (13/10), menyebut bahwa penggabungan jaringan dan sumber daya kedua perusahaan akan memperluas kemitraan bisnis dan membuka peluang kolaborasi baru di sektor jasa keamanan.
“Melalui sinergi ini, SOS dapat memaksimalkan efisiensi, memperkuat jaringan layanan, serta memperluas pangsa pasar,” tulis Yoshinobu .
Dia menegaskan bahwa tidak akan ada pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi karyawan di kedua perusahaan. Seluruh karyawan AB akan dialihkan dan dilanjutkan status kerjanya di bawah SOSS sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk menyetujui penggabungan usaha ini dijadwalkan digelar pada 17 Desember 2025, sementara tanggal efektif merger ditargetkan pada 1 April 2026.
Langkah ini menandai strategi jangka panjang SOSS dalam memperkuat struktur bisnis dan memperluas kapabilitas operasional di industri jasa keamanan nasional
Sebelumnya PT Shield On Service Tbk. (SOSS) emiten outsourcing terkait jasa keamanan, kebersihan, hingga manajemen parkir ini melaporkan transaksi pembelian saham oleh ALSOK Co., LTD.
ALSOK Co., LTD Perusahaan induk asal Jepang tersebut secara perdana memulai debutnya sebagai pemegang saham dengan kepemilikan 4,5% atau setara 36.002.829 lembar saham SOSS.
Transaksi dilakukan pada Selasa (30/9/2025), melalui aksi beli saham tersebut di harga Rp590 per saham. Adapun, total nilai caplok sebesar 4,5% saham Perseroan SOSS tersebut tertakar mencapai Rp21,24 miliar.
Direktur Utama SOSS, Yoshinobu Nagao dalam keterangannya Kamis (2/10) disebutkan bahwa kepemilikan saham oleh ALSOK Co., LTD bersifat langsung dan dilakukan untuk tujuan investasi.
Related News
TINS Tabulasi Laba Rp1,5 Triliun, Melesat 1.183 Persen Kuartal I 2026
Tutup Kuartal I, Penjualan TRIS Naik 13,18 Persen
Makin Bengkak, WIKA Tekor Rp1,13 Triliun Kuartal I 2026
Laba PTMR Melonjak 154 Persen Q1 2026, Saham Jalani Suspensi
Kinerja Moncer, Laba BCIP Melonjak 225 Persen Q1 2026
Drop 109 Persen, EMTK Kuartal I Boncos Rp335,85 Miliar





