EmitenNews.com - Perusahaan eksplorasi luar angkasa AS, SpaceX, melarang investor dari Tiongkok Daratan dan Hong Kong membeli saham dalam penawaran umum perdana (IPO) yang akan datang. Mereka juga memasukkan Rusia dan Lebanon dalam daftar negara yang dibatasi dalam rangka mengurangi risiko keamanan terkait kontrol ekspor AS.

Mengutip beberapa sumber yang mengetahui masalah tersebut Bloomberg melaporkan pada 5 Juni bahwa SpaceX di bawah arahan CEO Elon Musk, telah meminta perusahaan penjamin emisi sekuritas untuk menghentikan penerimaan langganan dari investor di Tiongkok Daratan dan Hong Kong. Perusahaan tersebut juga meminta mereka untuk menahan diri dari meminta investasi melalui divisi manajemen aset mereka.

SpaceX memainkan peran inti dalam sektor keamanan nasional, menyediakan layanan komunikasi satelit seperti "Starlink" untuk militer AS. Langkah ini didasarkan pada kontrol ekspor AS terkait teknologi penting yang berhubungan dengan senjata dan dipandang sebagai upaya untuk mencegah kebocoran teknologi sensitif ke luar negeri secara preventif.

Berdasarkan hukum yang berlaku saat ini, investor individu dari Tiongkok Daratan dan Hong Kong tidak dilarang untuk berlangganan IPO perusahaan AS. Namun, SpaceX memprioritaskan risiko regulasi dan kepatuhan, yang menunjukkan kebijakan untuk tidak mengalokasikan saham kepada investor tertentu.

Selain Tiongkok Daratan dan Hong Kong, pembatasan tersebut juga mencakup Rusia, Suriah, dan Lebanon. Negara-negara ini tumpang tindih dengan wilayah di mana pemerintah AS memberlakukan peraturan ketat sebagai target kontrol ekspor dan sanksi ekonomi.

Sebelumnya Reuters memberitakan bahwa SpaceX telah menyampaikan kepada bank-bank penjamin emisi niatnya untuk mempertahankan harga IPO sebesar $135 per saham. Perusahaan ini menarketkan untuk mengumpulkan $75 miliar dari IPO.

Meskipun sebuah sumber mencatat bahwa "keputusan ini dapat berubah sebelum IPO dilaksanakan," mereka menjelaskan bahwa hal itu menunjukkan tekad kuat Musk untuk mencapai penggalangan dana yang memecahkan rekor melalui metodenya sendiri.

SpaceX meluncurkan roadshow IPO-nya pada tanggal 4. Menurut tiga sumber yang mengetahui roadshow tersebut, permintaan investor sangat kuat, dengan analis menerima hingga 20 pertanyaan per hari. Ini jauh melebihi 10 hingga 15 pertanyaan yang biasanya terlihat untuk kesepakatan populer. Pencatatan saham dijadwalkan pada 12 Juni.

Langkah-langkah pembatasan investor dalam IPO ini sekali lagi menyoroti bahwa SpaceX bukan sekadar perusahaan antariksa komersial, tetapi entitas yang secara langsung terkait dengan keamanan nasional AS. Perusahaan ini memiliki sejarah memainkan peran penting di wilayah yang diperebutkan secara geopolitik, termasuk mendukung infrastruktur komunikasi militer Ukraina melalui Starlink.

Pasar Tiongkok secara tradisional merupakan salah satu sumber modal utama untuk IPO global. Namun, dengan semakin dalamnya konfrontasi AS-Tiongkok, langkah-langkah pembatasan investasi semakin dipercepat di bidang teknologi canggih seperti semikonduktor, kecerdasan buatan (AI), dan pengembangan ruang angkasa. Keputusan SpaceX kemungkinan akan menjadi kasus simbolis dari tren ini. (*)