EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 0,26% ke level 6.185,79 pada perdagangan Senin (27/7/2026). Pelemahan terjadi di tengah kabar pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo.

Data pembukaan pukul 09.00 WIB mencatat Volume perdagangan tercatat 690,859 juta saham dengan nilai transaksi Rp372,283 miliar. Rupiah per kemarin (sebelum gubernur BI mundur) masih menguat tipis ke Rp17.970/USD.

Namun, IHSG berhasil membalik arah pada sesi pagi 09.10 WIB. Setelah dibuka melemah dan sempat menyentuh level terendah 6.154,59, indeks berbalik menguat 0,09% ke 6.201,87.

Nilai transaksi tercatat Rp2,036 triliun dengan volume 4,402 miliar saham. Sebanyak 247 saham menguat, 270 saham melemah, dan 197 saham stagnan.

Tekanan jual asing masih tinggi. Berdasarkan riset Kiwoom Sekuritas, IHSG pekan lalu ditutup di 6.191 dengan net sell asing Rp1,25 triliun di Pasar Reguler dan Rp1,36 triliun secara all market.

Saham yang paling banyak dilepas asing adalah BMRI, BUMI, CUAN, EMAS, dan PTRO. Sementara BBRI, BBCA, ANTM, BULL, dan BRPT masih diburu asing.

Secara teknikal IHSG rawan koreksi. Kiwoom menyebut indeks membentuk bearish candle dan ditutup di bawah EMA50 6.260, sekaligus menguji EMA10 6.184. Kiwoom menyarankan investor wait & see.

"Apabila tekanan jual berlanjut, IHSG berpotensi menguji area support 6.184–6.159, kemudian Fibonacci 38,2% di 6.130 dan EMA20 di 6.112. Jika kedua level tersebut ditembus, koreksi berpotensi berlanjut menuju Fibonacci 61,8% di 5.931," tulis Kiwoom. 

Sentimen Gubernur BI Mundur

Bank Indonesia menunjuk Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti sebagai Pejabat Gubernur Sementara setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri secara sukarela karena alasan pribadi pada 25 Juli 2026.