EmitenNews.com - Sponsor teranyar klub Persib Bandung yakni PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) turun tangga dari keluarga Small Cap ke Micro Cap FTSE Russell.

Hal itu dipastikan usai penyedia indeks global itu merombak penghuni indeks FTSE mulai dari kelas Mid Cap, Small Cap, hingga Micro Cap. Kendati demikian tidak ada satu pun saham baru yang masuk musabab kebijakan freeze yang masih berlaku bagi Indonesia.

BJBR turun kelas bersama dengan sembilan saham lainnya dari small cap ke micro cap. Ke-9 yang turun kelas itu yakni BBYB, BTPS, BSDE, LPKR, LPPF, MNCN, PNLF, SMRA, SCMA.

Sekadar diketahui, BJBR kembali digaet Maung Bandung, julukan Persib, sebagai Official Banking Partner Persib untuk Liga 1 musim 2026/2027, dan diresmikan Jumat (14/8/2026).

Secara kinerja, BJBR tampil ciamik sepanjang semester I 2026. Hal itu tampak dari torehan laba bersih yang meningkat hingga dua kali lipat. Dalam laporan keuangan konsolidasian unaudited per 30 Juni 2026, BJBR membukukan laba bersih mencapai Rp782,83 miliar, naik jika disandingkan dengan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp492,94 miliar.

Raihan itu juga didukung oleh perolehan pendapatan bunga dan syariah neto BJBR yang naik 9,05 persen menjadi Rp3,94 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp3,61 triliun. Di saat yang sama, BJBR juga berhasil menekan beban bunga dan bagi hasil.syariah yang sebelumnya mencapai Rp4,87 triliun kini menjadi Rp4,27 trilihn atau hemat 12,30 persen.

Jika melihat laporan arus kasnya, BJBR juga membukukan lonjakan arus kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi. Jumlahnya pun meroket dari defisit Rp2,21 triliun menjadi Rp16,07 triliun.

Ditelusuri lebih dalam, memang, torehan angka itu didorong oleh derasnya arus kas masuk dari simpanan giro yang mencapai Rp9,01 triliun, dan penerimaan dari transaksi repo efek sebesar Rp10,38 triliun.

Sedangkan di sisi aktivitas investasi, BJBR membukukan arus kas keluar bersih sebesar Rp3,98 triliun. Mayoritas dana yang digelontorkan BJBR dialokasikan untuk penempatan instrumen surat berhaga senilai Rp7,13 triliun.

Tak lupa, BJBR juga memanjakan pemegang saham dengan dividen mencapai Rp900,0 miliar, angkanya pun naik dari tahun lalu sebesar Rp896,9 miliar. Di akhir, posisi kas dan setara kas BJBR per 30 Juni 2026 meningkat jadi Rp28,36 triliun, melonjak 31,2% dibandingkan posisi sama tahun lalu sebesar Rp21,61 triliun.