EmitenNews.com - Ekonom senior Johns Hopkins University Steve Hanke kembali melontarkan kritik tajam ke kebijakan ekonomi Indonesia. Lewat unggahan di akun X, Hanke menyebut Bank Indonesia tengah melakukan langkah putus asa dengan menaikkan suku bunga 25 bps demi melindungi Rupiah yang melemah dalam beberapa bulan terakhir.

"Kebijakan intervensi Presiden Prabowo menempatkannya di kemudi kapal yang tenggelam," tulis Hanke. Ia menyoroti BI Rate sudah naik 3 kali dalam sebulan: +50 bps 3 minggu lalu, +25 bps 2 minggu lalu, dan terakhir +25 bps baru saja Kamis kemarin.

Dalam meme sebelumnya Hanke menyerang Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Rp15 triliun. Ia menggambarkan program itu retak dengan efek samping penangkapan pejabat Badan Gizi Nasional (BGN) terkait korupsi, banyaknya kasis keracunan makanan, dan tekanan anggaran. Hanke menilai program MBG itulah salah satu yang menjatuhkan rupiah ke pusaran lemahnya kepercayaan investor.

Hanke menggambarkan investor asing dari AS, EU, China, dan Singapura berlari meninggalkan "kapal Indonesia" sambil menunjuk papan "foreign investor exit". Kritik ini muncul di tengah tekanan Rupiah dan kekhawatiran pasar atas kesehatan fiskal RI.(*)