Strategi IPCM Jaga Pertumbuhan Kinerja di Tengah Berbagai Tekanan
:
0
Manajemen PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) dalam Public Expose Live 2026, Selasa (9/6/2026)
EmitenNews.com - PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) berhasil mempertahankan pertumbuhan kinerja pada kuartal I 2026 meski masih menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari fluktuasi harga bahan bakar hingga pergerakan nilai tukar rupiah.
Emiten jasa pemanduan dan penundaan kapal yang merupakan bagian dari Pelindo Group tersebut mencatat pertumbuhan EBITDA sebesar 1,12% secara tahunan (year-on-year/YoY), sementara laba bersih meningkat 3,03% YoY.
Kinerja positif tersebut ditopang oleh meningkatnya aktivitas kepelabuhanan yang dikelola Pelindo Group. Arus peti kemas tercatat tumbuh 2% YoY menjadi 4,76 juta TEUs, sedangkan arus penumpang meningkat 13% YoY menjadi 5,6 juta orang.
Di tengah kondisi industri yang masih diwarnai ketidakpastian global, IPCM terus mengoptimalkan efisiensi operasional guna menjaga profitabilitas.
Perseroan memaksimalkan penggunaan sumber energi alternatif untuk mendukung layanan pemanduan dan penundaan kapal, antara lain melalui pemanfaatan shore connection, harbour generator, solar panel, hingga teknologi inverter hybrid guna menekan konsumsi bahan bakar.
Selain itu, IPCM juga memperkuat kapasitas operasional melalui penambahan armada secara selektif guna mengakomodasi pertumbuhan kebutuhan layanan di berbagai wilayah kerja.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan, IPCM menyiapkan sejumlah strategi ekspansi, termasuk memperluas layanan di Terminal Khusus (Tersus) dan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) melalui kerja sama strategis dengan berbagai mitra.
Direktur Utama IPCM, Shanti Puruhita, mengatakan perseroan terus berupaya memperkuat fundamental usaha melalui kombinasi strategi bisnis dan efisiensi operasional.
“Di tengah berbagai tantangan global yang masih berlangsung pada kuartal I 2026, termasuk adanya fluktuasi harga bahan bakar dan nilai tukar rupiah yang dinamis, IPCM tetap berkomitmen menjaga kinerja dan memperkuat fundamental perusahaan,” ujar Shanti dalam keterangan tertulis, Selasa (9/6/2026).
Menurutnya, optimalisasi operasional, efisiensi energi, serta pengelolaan biaya yang efektif menjadi kunci untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham.
Related News
Andalkan Jaringan O2O BRI, Porsi Kredit Digital Bank Raya Tembus 45,6%
JSPT Naikkan Dividen 25 Persen, Pemegang Saham Kebagian Rp57,9M
IHSG Meroket 7,57 Persen, GOTO Justru Nyaman Tiarap di Level Gocap
Public Expose Live 2026: Bank Raya (AGRO) Terus Perkuat Bisnis Digital
Anak Usaha COIN Luncurkan Indeks Aset Kripto Pertama Indonesia, CFX10
Jababeka (KIJA) Tabur Dividen, Totalnya Rp42,3M!





