EmitenNews.com - Sebuah studi baru yang dirilis oleh International Council on Clean Transportation (ICCT) menyatakan bahwa strategi elektrifikasi global yang lebih agresif dapat menyelamatkan 8,8 juta jiwa pada tahun 2050.

Laporan baru ini menghitung jumlah kematian yang sangat besar yang disebabkan oleh polusi kendaraan bermotor: secara global, satu orang meninggal sebelum waktunya setiap 45 detik karena polusi knalpot kendaraan.

IT Home, Selasa (30/6/2026) memberitakan studi tersebut menganalisis bahaya kesehatan dari berbagai polutan knalpot, termasuk partikel halus, ozon, dan nitrogen dioksida, yang sebagian besar berasal dari knalpot kendaraan.

700.000 Kematian

Pada tahun 2024, polutan ini menyebabkan 700.000 kematian prematur dan 250.000 kasus baru asma pada anak-anak; sekitar 42.000 kematian ini terjadi setiap tahun di Amerika Serikat.

Selanjutnya, ICCT menyusun berbagai skenario untuk adopsi kendaraan listrik (EV) secara luas, menghitung tren kematian di masa depan di bawah jalur yang berbeda.

Skenario pertama adalah skenario dasar: dengan asumsi kebijakan saat ini tetap tidak berubah dari tahun 2025 hingga 2050. Perhitungan menunjukkan bahwa jika laju perkembangan saat ini berlanjut, pada tahun 2050, kematian prematur akibat polusi lalu lintas akan meningkat sebesar 74 persen, rata-rata satu kematian setiap 26 detik.

Namun, ini bukan satu-satunya jalan yang dapat dipilih umat manusia. Skenario elektrifikasi radikal menguraikan kerangka kebijakan komprehensif: 100% elektrifikasi penjualan mobil baru global pada tahun 2045 (dengan kendaraan ringan sepenuhnya dialiri listrik pada tahun 2040, dan beberapa segmen otomotif menyelesaikan transisi lebih cepat dari jadwal).

Dengan mengikuti jalur ini, kematian dini akibat polusi lalu lintas akan berkurang sebesar 63 persen, dan kasus asma pada anak-anak akan turun sebesar 80 persdn.

Kendaraan Berat