EmitenNews.com - Sucor Sekuritas tengah mengkaji untuk meningkatkan target atas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai 7.600 hingga 7.800 pada akhir tahun 2022.
Ekonom senior Sucor Sekuritas, Ahmad Mikail Zaini mengatakan, perekonomian Indonesia akan tumbuh semakin cepat di triwulan kedua 2022 didorong oleh konsumsi domestik yang meningkat karena perayaan bulan suci Ramadan dan libur Idul Fitri di bulan April dan Mei.
Ia menambahkan, bahwa Investasi juga akan semakin tinggi didorong pertumbuhan kredit perbankan yang meningkat akibat tingginya harga CPO dan Batu bara serta pemulihan ekonomi pasca kenaikan kasus Omicron di bulan Januari-Februari.
“Selain itu, menimbang dampak pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, diperkirakan akan sangat positif bagi kinerja IHSG di triwulan kedua yang ia perkirakan akan naik ke level 7400 sesuai dengan target awal tahun Sucor Sekuritas dengan didorong saham saham perbankan dan komoditas,” jelas dia.
Ia melanjutkan, kenaikan harga komoditas akan mendorong pemerintah untuk melepas harga kebutuhan pokok ke mekanisme pasar.
“Kami dengar Kementerian Keuangan pada bulan Juni 2022 akan melepas semua harga kebutuhan pokok pada mekanismen pasar,” kata dia.
Dampaknya, kata dia, inflasi akan meningkat sehingga akan mendorong laju IHSG. Hal itu berkaca pada Turki dan Vanezuela yang mengalami tingkat inflasi tinggi yang diikuti dengan kenaikan nilai aset keuangan.
“Jadi, jika terjadi inflasi tinggi sebagai lindung nilainya adalah investasi pada ekuitas. Hal itu akan melanjutkan rally IHSG, sehingga kami tengah berpikir untuk meningkatkan target IHSG menjadi 7.600 hingga 7.800 pada akhir tahun 2022,” tegas dia.
Target itu, lanjut dia, sejalan taksiran besaran inflasi terburuk pada tahun ini yang mencapai 8 persen, sedangkan besaran inflasi taksiran moderatnya 7 persen dan taksiran terbaik 5 persen.
Related News

Malaysia Cabut Bea Masuk Anti Dumping Serat Selulosa Asal Indonesia

PLN Pertahankan Status Siaga Kelistrikan Hingga 11 April

Kemenperin Rilis Peta Jalan Hilirisasi untuk Pacu Swasembada Aspal

Investasi Tembus Rp206 Triliun, Industri Agro Serap 9,3 Juta Naker

Diskon Biaya Listrik 50 Persen Berakhir, Maret Berlaku Tarif Normal

Konsumsi Solar Turun 19 Persen Dampak Pembatasan Operasional Truk