EmitenNews.com—Pasar ekuitas sedikit tertekan pekan lalu. Pada perdagangan Jumat (10/3/2023), IHSG ditutup melemah sebesar 0,51 persen dan memperdalam penurunan hingga 0,71 persen selama sepekan terakhir.
Seluruh sektor ditutup melemah dengan sektor material dasar dan sektor energi mengalami pelemahan masing-masing 3,43 persen dan 2,73 persen. Penurunan indeks mendapat pengaruh dari sentimen global.
"Kondisi ekonomi global dikhawatirkan akan menurun. Pengetatan kebijakan moneter dapat menyebabkan penurunan permintaan energi dan aktivitas industri manufaktur," kata Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, dikutip Ahad (12/3/2023).
Kekhawatiran pelaku pasar akan melemahnya kondisi ekonomi global, khususnya di AS diakibatkan indikator ekonomi seperti data tenaga kerja dan konsumsi yang masih solid mengindikasikan tingkat inflasi yang masih tinggi.
Data tersebut mendorong The Fed untuk lebih hawkish terhadap kebijakan moneternya, yaitu menaikkan suku bunga. Pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell di depan parlemen belum lama ini mengisyaratkan adanya kenaikan suku bunga
Related News
Bittime: Empat Faktor Ini Perlu Dicermati Investor Kripto di Q4 2026
IHSG Rebound sejak Awal Oktober, Terbuka Peluang Penguatan Lanjutan
100 Hari Direksi Baru BEI, Pakar UGM Junjung Kinerja Reformasi Pasar
Ramaikan MotoGP Mandalika 2026, BNI Hadirkan ini
IHSG Menguat ke 6.093, Lima Saham Ini Catat Transaksi Tertinggi
Kembali Memantul, IHSG Sesi Siang Mendarat di 6.052 Naik 0,35%





