EmitenNews.com - Surya Semesta Internusa (SSIA) menyudahi 2024 dengan laba bersih Rp234,22 miliar. Menanjak 32,64 persen dari episode sama tahun sebelumnya senilai Rp176,57 miliar. Efeknya, laba per saham dasar melonjak menjadi Rp50,87 dari sebelumnya Rp38,80. 

Pendapatan usaha terkumpul Rp6,25 triliun, melejit 37,96 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp4,53 triliun. Beban langsung Rp4,49 triliun, bengkak dari posisi sama akhir 2023 sebesar Rp3,21 triliun. Laba kotor tercatat Rp1,75 triliun, naik 32,57 persen dari edisi sama tahun sebelumnya Rp1,32 triliun. 

Beban penjualan Rp134,55 miliar, bengkak dari Rp79,41 miliar. Beban umum dan administrasi Rp689,45 miliar, bengkak dari Rp653,19 miliar. Penghasilan lainnya Rp172,89 miliar, melonjak dari Rp44,01 miliar. Beban lainnya Rp261,92 miliar bengkak dari Rp49,1 miliar. Laba usaha Rp845,92 miliar, melejit dari Rp589,49 miliar. 

Beban pajak final Rp150,4 miliar, bengkak dari Rp96,94 miliar. Beban keuangan Rp188,01 miliar, susut dari Rp207,49 miliar. Bagian laba entitas asosiasi Rp496,74 juta, melangit dari minus Rp6,15 miliar. Bagian rugi entitas ventura bersama Rp3,73 miliar, turun dari Rp3,79 miliar. 

Laba tahun berjalan Rp448,54 miliar, melesat dari Rp231,54 miliar. Jumlah ekuitas Rp7,99 triliun, melonjak signifikan dari akhir 2023 sebesar Rp4,44 triliun. Total liabilitas Rp2,37 triliun, mengalami penyusutan dari akhir 2023 sebesar Rp3,97 triliun. Jumlah aset Rp10,36 triliun, naik dari Rp8,41 triliun. (*)