Surplus 66 Persen, Paruh Pertama 2023 Perdana Persada (KONI) Catat Laba Rp7,28 Miliar
EmitenNews.com - Perdana Bangun Persada (KONI) paruur pertama 2023 mencatat lab sejumlah Rp7,28 miliar. Melesat 66 persen dari periode sama tahun lalu senilai Rp4,37 miliar. So, laba per saham ikut terkerek menjadi Rp29 dari episode sama tahun lalu sebesar Rp17,35 per eksemplar.
Lompatan laba itu, ditopang pendapatan Rp107,04 miliar, melejit 45 persen dari edisi sama tahun sebelumnya Rp73,34 miliar. Beban pokok pendapatan Rp84,93 miliar, bengkak 46 persen dari posisi sama tahun lalu Rp57,80 miliar. Laba kotor terkumpul Rp22,10 miliar, naik 42 persen dari edisi sama tahun sebelumnya Rp15,53 miliar.
Beban penjualan Rp13,86 miliar, bengkak 30 persen dari edisi sama tahun sebelumnya Rp10,61 miliar. Beban umum dan administrasi Rp1,07 miliar turun dari Rp1,27 miliar. Penghasilan keuangan Rp863 juta, merosot dari periode sama tahun lalu Rp1,10 miliar. Beban keuangan Rp33,24 juta, bengkak dari posisi sama tahun lalu Rp27,55 juta.
Pendapatan operasi lain Rp1,11 miliar, menanjak sekitar 50 persen dari edisi sama tahun lalu Rp512,90 juta. Laba sebelum beban pajak penghasilan, dan beban pajak final Rp9,11 miliar naik dari Rp5,23 miliar. Beban pajak final Rp1,82 miliar, bengkak dari Rp862,31 juta. Laba sebelum beban pajak penghasilan Rp7,28 miliar, melesat dari periode sama tahun lalu Rp4,37 miliar.
Jumlah ekuitas terakumulasi sebesar Rp125,26 miliar, menanjak dari episode akhir tahun lalu senilai Rp117,98 miliar. Total liabilitas sejumlah Rp15,38 miliar, menyusut dari periode akhir tahun lalu Rp24,16 miliar. Jumlah aset 140,64 miliar, mengalami koreksi dari episode sama akhir tahun sebelumnya Rp142,14 miliar. (*)
Related News
Kendilo Gelontorkan Rp23,11 Miliar Tambah Saham IMC Pelita (PSSI)
Tembak Harga Bawah, Samuel Sekuritas Beli Saham BKSL Rp68,07M via Repo
KB Bank Dukung Surge Akselerasi Proyek Internet Rakyat 5G FWA
Cabut Gugatan, WIKA Urung Terjerat PKPU
Kurangi Muatan, Wilton Holding Lego 200 Juta Saham SQMI
Lebih Dini, Grup Bakrie (DEWA) Tuntaskan Buyback Rp950 Miliar





