Suspensi Kali Ketiga, Tengok Histori Reli ARA Berjilid Saham EURO
:
0
Ilustrasi suspensi akibat lonjakan harga masif. Foto: EmitenNews.
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan suspensi perdagangan saham PT Estee Gold Feet Tbk. (EURO) di pasar reguler dan pasar tunai mulai sesi I pada Rabu (15/4/2026).
Penghentian sementara perdagangan atau suspensi tersebut dilakukan setelah bursa mencermati adanya pergerakan harga saham yang dinilai tidak wajar dalam beberapa waktu terakhir.
Berdasarkan pantauan EmitenNews.com, saham EURO sebelum disuspensi perdagangannya sempat ditutup melejit setinggi 6,03 persen setara 160 poin di Rp2.820.
Sudah kali ketiga, saham EURO disuspensi dalam sepanjang tahun terakhir. Sahamnya juga sempat melejit kencang pada (2/1) hingga (19/1) tercatat sempat mencetak penutupan perdagangan hingga sebelas kali Auto Reject Atas (ARA) hingga akhirnya disuspensi perdana pada 20 April 2026. Harganya terangkat naik dari Rp260 menjadi sekelas Rp715.
Berlanjut disuspensi kedua hingga sepekan perdagangan lamanya pada (11/2) hingga (20/2). Sahamnya kembali melejit usai dibuka pada (23/2) hingga (6/3) tercatat berlanjut mencetak reli penutupan perdagangan di harga yang menyentuh Auto Reject Atas (ARA) hingga 10 kali ARA berturut-turut. Harganya pun terkerek naik dari Rp745 menjadi selevel Rp1.885.
Suspensi kali ketiga ini membuat BEI menggembok saham yang diperkirakan akan memakan waktu hingga sepekan atau bahkan sebulan lamanya.
Dengan diberlakukannya suspensi tersebut, investor untuk sementara tidak dapat melakukan transaksi atas saham EURO hingga bursa kembali membuka perdagangan saham perseroan.
BEI juga mengimbau para pelaku pasar untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh emiten sebelum melakukan keputusan investasi. (*)
Related News
Smelter di Sumbawa Beroperasi, AMNT Bidik Produksi Naik 3 Kali Lipat
Telat Keluarkan Laporan Keuangan Juni 2026, NATO Beberkan Alasannya
Saham ELPI Parkir di Zona Hijau, Masa Rights Issue juga Berakhir
Ini Alasan Win&Co (COCO) Ekspansi ke Vietnam Lewat Akuisisi Momogi
Asing Net Buy Rp1,01 Triliun di Sesi I (16/7) Incar BMRI, BBCA, & TINS
WIFI Raih Penghargaan Dunia Berkat Internet Wi-Fi 7 2 Gbps Rp250 Ribu





