Tabur Dividen Rp22,5 Miliar, GLVA Bidik Potensi Pasar AI hingga Cloud
:
0
Direksi Galva Technologies kala mengikuti seremoni pencatatan perdana saham perseroan. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - PT Galva Technologies (GLVA) melirik peluang pertumbuhan usaha dengan menciptakan inovasi berkelanjutan. Transformasi menuju pertumbuhan profit terbuka lebar dengan melibatkan peran penting kecerdasan buatan alias Artificial Intelligence (AI) dalam aktivitas penjualan unit bisnis. Integrasi kecerdasan buatan dalam produk, dan solusi sebagai bagian krusial strategi mempertahankan daya saing pasar dinamis.
Itu dilakukan untuk merespons perubahan pola konsumen kini butuh solusi digital, dan remote setiap segmen pasar. Strategi go-to-market juga menjadi fokus Galva Technologies. Mengintegrasikan teknologi terbaru, mengadopsi pendekatan agresif, dan konsisten dalam go-to-market, perusahaan dapat memperkenalkan solusi inovatif kepada lebih banyak pelanggan, dan memperluas jejak pasar.
Nah, dengan strategi adaptif iti, Galva Technologies optimistis dapat mengatasi tantangan, dan memanfaatkan peluang sepanjang 2024, mendukung pertumbuhan berkelanjutan, dan memberi nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan. Sepanjang tahun lalu, mengemas laba bersih konsolidasi Rp73,14 miliar, dan penjualan konsolidasi Rp2,06 triliun. Kendati penjualan merosot 11,3 persen, perseroan tetap menebar dividen tunai Rp22,5 miliar atau Rp15 per lembar.
Pembagian dividen itu, sebagai bukti komitmen perseroan dalam memberi keuntungan bagi para investor di tengah gejolak usaha. Investor berhak atas dividen itu, wajib masuk dalam daftar pemegang saham pada saat penutupan perdagangan saham pada 28 Juni 2024 alias recording date. (*)
Related News
KDTN Rombak Manajemen, Perubahan Pengendali Semakin Dekat
MBTO Bidik Turnaround Kinerja, Penjualan Rp501M dan Balik Cetak Laba
Dividen SAMF Capai Rp107,62 Miliar, Investor Dapat Segini
KKGI Tebar Dividen Rp58,4 Miliar Meski Laba 2025 Hanya USD2 Juta
Gelar RUPS, MHKI Ketok Dividen Tunai Rp9,9 Miliar
Saham Jeblok 70 Persen Digembok, Usai Buka Lagi Langsung Ngacir ARA





