Tahun 2022 Nyungsep, Calon Emiten Sumber Sinergi (IOTF) Patok Laba 2023 Naik 50%

Jajaran Manajemen PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF) atau Fox Logger dalam paparanpublik yang dilakukan, Jumat 22 September 2023. Foto/Rizki EmitenNews.com
EmitenNews.com -PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF) yang berencana melakukan penawaran umum perdana ( initial public offering /IPO) saham, optimistis mampu menaikkan laba hingga 50% pada tahun ini.
Perusahaan distributor perangkat GPS Tracker dengan merek Fox Logger tersebut, tercatat telah meningkatkan nilai penjualan sekitar 83% ( year on year/yoy) pada 2021 dan 62% pada 2022.Sedangkan laba kotor perusahaan naik sekitar 90% (yoy) pada 2021 dan naik sekitar 42% (yoy) 2022.
Direktur Utama Sumber Sinergi Makmur ( IOTF ) Alamsyah Cheung mengatakan, untuk mempertahankan pertumbuhan yang berkelanjutan, pihaknya berkomitmen menjaga penjualan yang kuat.
"Proyeksi keuangan kami untuk laba 2023 masih berada dalam jalur yang positif, dengan perkiraan pertumbuhan sekitar 50%," ungkap Alamsyah dalam Public Expose di Fox Logger Tower, Jakarta, Jumat (22/9/2023).
Menurut dia, pencatatan saham perusahaan merupakan tonggak bersejarah bagi manajemen sehingga pihaknya berkomitmen terus memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Saham yang akan dilepas dalam pencatatan saham perdana ini mencapai sebanyak 1,1 miliar lembar saham dengan kisaran harga perdana antara Rp 100-120 per saham.
"Target kami dalam IPO ini adalah meraih dana sebesar Rp 110 hingga Rp 132 miliar untuk mendukung pertumbuhan dan pengembangan perusahaan ke depan," sambung Alamsyah.
Dana yang didapat dari IPO akan digunakan sepenuhnya untuk modal kerja perusahaan. Guna mendukung keinginan mencetak pertumbuhan tersebut, Sumber Sinergi Makmur juga akan meneruskan tradisi yang selama ini dijalankannya, yakni inovasi.
"Kami selalu berkomitmen untuk terus berinovasi dan mengembangkan produk dan layanan kami," imbuh dia.
Para calon investor wajib mengetahui bahwa kinerjanya dalam kurun waktu beberapa tahun belakangan calon emiten ini sedang mengalami penurunan, dapat dilihat dari laba bersih menyusut 0,8 persen secara tahunan menjadi Rp560,96 juta pada akhir kuartal 1 2023. Padahal penjualan naik 45,45 persen menjadi Rp16,124 miliar.
Related News

Maanfaatkan Pasar Mamin, ITPC Meksiko Fasilitasi Business Matching

Malaysia Cabut Bea Masuk Anti Dumping Serat Selulosa Asal Indonesia

PLN Pertahankan Status Siaga Kelistrikan Hingga 11 April

Kemenperin Rilis Peta Jalan Hilirisasi untuk Pacu Swasembada Aspal

Investasi Tembus Rp206 Triliun, Industri Agro Serap 9,3 Juta Naker

Diskon Biaya Listrik 50 Persen Berakhir, Maret Berlaku Tarif Normal