Tahun Pemilu, United Tractors (UNTR) Bidik Penjualan 4 Ribu Unit Alat Berat
:
0
EmitenNews.com -Dampak penurunan harga komoditas batu bara mempengaruhi pasar penjualan alat berat. Hal inipula yang dialami PT United Tractors Tbk (UNTR) yang ikut terkoreksi. Maka mempertimbangkan hal tersebut, anak usaha dari PT Astra International Tbk (ASII) ini menargetkan penjualan alat berat hingga 4.000 unit.
Corporate Secretary United Tractors, Sara K. Loebis mengatakan, target tersebut lebih rendah dibandingkan target 2023 disebabkan oleh perkiraan kebutuhan alat berat dan harga komoditas khususnya batu bara sudah mulai melandai. “Memang kalau tahun depan kami perkirakan dia akan lebih rendah sih dari tahun ini. Karena harga komoditas, khususnya batu bara sudah mulai melandai. Kemudian alat berat sudah banyak kami penuhi tahun ini,”ujarnya di Jakarta, kemarin.
Sara juga menjelaskan hajatan Pemilu memengaruhi permintaan dan kebutuhan alat di sektor konstruksi infrastruktur. Dampak ini memang tidak terlalu besar berpengaruh ke penjualan alat berat namun permintaan cenderung tertunda hingga menunggu Pemilu selesai. Seperti yang diketahui, UNTR menargetkan penjualan alat berat sepanjang 2023 sebanyak 5.800 unit hingga 6.000 unit. Adapun realisasi penjualan alat berat merek Komatsu sepanjang Januari-September 2023 mencapai 4.365 unit, turun 3,72% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/YoY) sebanyak 4.534 unit.
Penurunan penjualan alat berat dikarenakan penurunan permintaan dari sektor konstruksi dan perkebunan. Kemudian jika melihat laporan keuangan kuartal III/2023, UNTR mencetak pendapatan bersih sebesar Rp97,59 triliun. Pendapatan bersih ini meningkat 6,63% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp91,53 triliun. Masing-masing unit usaha yaitu mesin konstruksi, kontraktor penambangan, pertambangan batu bara, pertambangan emas, industri konstruksi, dan energi secara berturut-turut memberikan kontribusi sebesar 29%, 40%, 25%, 4%, 2%, dan kurang dari 1% terhadap total pendapatan bersih konsolidasian.
Sementara itu, laba bruto UNTR meningkat sebesar 2% dari Rp25,3 triliun menjadi Rp25,7 triliun. Sementara itu, laba yang diatribusikan ke pemilik entitas induk atau laba bersih UNTR turun sebesar 3% menjadi Rp15,3 triliun, dari Rp15,9 triliun akibat kenaikan biaya keuangan dan kerugian nilai tukar mata uang asing.
Related News
Back to Back Boncos, TAMA Bungkus Defisit Rp127 Miliar
ARA 6 Hari Beruntun! Saham Kuda Hitam Isam (PACK) 2 Kali Disetop BEI
Eksekusi Tepat, Laba Usaha CYBR Meningkat 1.171 Persen
Aneh, GOTO Catat Inflow Asing Kala Dikeluarkan dari Indeks Utama MSCI
VTO ASII Berpotensi Pangkas Free Float AUTO, Ini Kata Analis
Olah 7,7 Juta Ton Batubara, Anak Usaha BUMI Bikin Metanol





